Bernas.id ? Jalanan di kota Mashad terlihat ramai dibandingkan biasanya pada hari Kamis (28/12/2017). Bukan, keramaian tersebut bukan terjadi karena adanya perayaan Tahun Baru yang digelar lebih dini. Keramaian tersebut berasal dari warga lokal yang menggelar aksi demonstrasi mengkritik kenaikan harga.
Menurut Reuters yang mengutip video-video di media sosial, para demonstran terdengar berseru ?kematian untuk (Presiden) Rouhani? serta ?kematian untuk diktator?. Kantor berita ILNA yang berbasis di Iran mengabarkan kalau aksi demonstrasi juga terjadi di kota-kota Iran yang lain seperti Neyshabour dan Kashmar.
Demonstrasi yang terjadi di Mashad sendiri dikabarkan berakhir ricuh. Video yang beredar menunjukkan kalau polisi menyemprotkan gas air mata ke arah demonstran untuk membubarkan mereka secara paksa. Menurut Mohammad Rahim Norouzian selaku gubernur Mashad, sejumlah orang sudah ditangkap atas tuduhan merusak fasilitas umum.
Bukan hanya masalah kenaikan harga yang dikritik oleh para demonstran di Mashad. Mereka juga meminta supaya pemerintah Iran berhenti ikut campur dalam konflik di Suriah dan segera memikirkan kondisi rakyat Iran sendiri. Kebetulan sejak perang saudara Suriah meletus, Iran memberikan bantuan finansial dan militer ke kubu pemerintah Suriah.
Menurut data Pusat Statistik Iran, jumlah pengangguran di Iran pada tahun ini adalah 12,4 persen. Naik 1,4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sehari sebelum digelarnya aksi demonstrasi, Ayatollah Ali Khamenei selaku pemimpin spiritual Iran turut mengkritik pemerintah Iran dalam membenahi perekonomian negara.
