Bernas.id ? Publik West Brom tengah berduka. Pasalnya mereka baru saja ditinggalkan oleh salah seorang pegawai setianya. Richard Eades yang sudah bekerja sebagai maskot untuk West Brom selama 30 tahun dikabarkan meninggal secara tiba-tiba pada tanggal 26 Desember lalu.
Menurut Daily Mail, pria berusia 42 tahun tersebut meninggal pada pagi hari waktu setempat akibat serangan jantung. Hanya beberapa jam menjelang dilangsungkannya pertandingan Boxing Day antara West Brom melawan Everton. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Sebelum menjadi maskot, Eades dikabarkan sudah bekerja untuk West Brom sejak usia 14 tahun. Ia juga berstatus sebagai pelatih Boing FC, klub amatir yang didirikan oleh komunitas suporter West Brom.
?Dia adalah pria 42 tahun yang sungguh gila. Dia selalu tertawa dan bercanda. Kami punya ikatan yang kuat sebagai sahabat dan sebagai sesama maskot. Kami berdua sudah seperti saudara,? kata Dave Challoner yang dikenal sangat dekat dengan Eades.
?Sungguh merupakan hal yang sangat mengejutkan. Dia adalah pria sekaligus ayah yang muda. Kami sungguh terperanjat dengan dirinya dan keluarganya,? kata pelatih West Brom Alan Pardew.
Eades diketahui meninggalkan dengan meninggalkan seorang tunangan dan dua orang anak. Untuk membantu meringankan beban finansial mereka, para staf dan pemain sudah melakukan pengumpulan dana untuk disumbangkan kepada keluarga almarhum.
Namun upaya pihak klub untuk menghormati Eades belum berhenti sampai di sana. Dalam pertandingan Liga Premier akhir pekan ini, pemain-pemain West Brom bakal mengenakan pita hitam di lengannya.
Para suporter juga diminta untuk berdiri sambil bertepuk tangan pada menit ke-42 sebagai bentuk penghormatan kepada Eades yang wafat di usia tersebut. Selamat jalan, Eades. Kontribusimu bagi pihak klub dan orang-orang di dalamnya akan selalu dikenang….
