Bernas.id ? Di Venezuela, hidangan daging babi merupakan hidangan yang lazim disajikan untuk merayakan Natal bersama keluarga. Namun pada momen Natal ini, pemandangan tersebut justru menjadi pemandangan yang sulit dijumpai. Tidak adanya stok daging babi yang mereka miliki menjadi penyebabnya.
Rakyat Venezuela yang merasa geram pun lantas beramai-ramai turun ke jalan. Mereka menuduh pemerintah kembali mengingkari janjinya kepada rakyat. Pasalnya awal bulan ini, pemerintah Venezuela sempat berjanji bakal membagi-bagikan ribuan daging paha babi ke warga miskin setempat.
?Mereka menjanjikan daging babi, ayam, kepada kami. Tapi tidak ada yang dikirimkan,? kata demonstran Aracelis Hinojosa saat diwawancarai oleh CNN. ?Saya 100 Chavista (pendukung aliran politik yang dicetuskan mendiang Hugo Chavez). Saya tidak membantah hal tersebut. Namun dengan cara yang sama saya mendukung Presiden lewat pemilu, saya juga bisa berhenti mendukungnya.?
Pemerintah Venezuela lantas menyalahkan pihak asing sebagai penyebab kelangkaan daging babi di negaranya. ?Mereka menyabotase kita. Saya bisa menyebutkan negara pelakunya: Portugal,? kata Presiden Nicolas Maduro lewat siaran televisi. ?Mereka menyerang akun bank kita. Mereka mencegat dua kapal raksasa (pembawa daging) yang datang.?
?Saya ingin mengumumkan kalau sebanyak 2.200 ton daging babi sedang ditahan di Kolombia. Sabotase ini bukan hanya dilakukan AS dengan cara membekukan akun bank milik mereka yang menjual makanan ke negara ini. Sekarang pemerintah Kolombia kembali menginjakkan kakinya di kota perbatasan Paraguachon,? imbuh Menteri Penjatahan Makanan Freddy Bernal.
Pemerintah Portugal melalui Menteri Luar Negerinya membantah tuduhan Maduro kalau negaranya menyabotase pasokan daging ke Venezuela. Secara terpisah, perusahaan daging Raporal yang berbasis di Portugal dan selama ini memasok daging ke Venezuela mengumumkan kalau pemerintah Venezuela masih berhutang bayaran sebesar 40 juta euro.
Macetnya pasokan daging babi ke Venezuela kian menambah panjang dampak negatif yang timbul dari krisis ekonomi di Venezuela. Menurunnya harga minyak dunia dan kesalahan pengelolaan ekonomi menyebabkan negara kaya minyak tersebut kini dilanda inflasi parah dan kelangkaan barang-barang kebutuhan pokok.
