Bernas.id – Terjun dalam dunia pendidikan adalah suatu keputusan yang besar risiko dan konsekuensinya. Yakni dengan bagaimana mendidik dan mencontohkan sesuatu yang baik, serta berbudi bagi para murid. Karena sekolah sejatinya bukan hanya wadah untuk menunjukkan siapa yang lebih pintar dan siapa yang lebih unggul, melainkan sekolah adalah wadah di mana para murid mengenal apa itu tata krama dan sopan santun yang akan menjadi karakternya di masa depan.
Dari banyaknya kasus, merosotnya nilai kesopansantunan murid terhadap guru belakangan ini banyak terjadi. Sudah saatnya kita telaah lebih jauh lagi mengenai apa penyebabnya murid membangkang dan berperilaku kurang baik, berikut di antaranya:
1. Pembuktian
Pembuktian, mungkin adalah salah satu alasan kenapa siswa seakan sulit ditundukan. Terlebih jika mereka memasuki masa-masa peralihan, dari anak-anak menuju remaja. Rasa merasa paling benar dan tidak bisa dikalahkan seolah mengalir dalam diri mereka. Bagaimana sikap kita jika sudah begini? Apakah harus membentak dan memaki? Jawabannya ikuti cara pikir dengan zaman mereka kini. Jadilah pendengar yang baik dengan mendengarkan apa yang menjadi keinginannya. Ajak berdiskusi dan jangan paksakan argumentasi.
2. Rasa Ingin Tahu yang Besar
Di usia peralihan antara anak-anak menuju remaja, perkembangan otak mereka bekerja dengan sangat pesat. Keingintahuan mengenai hal-hal yang baru pun membuncah dengan tinggi. Komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak yang membuat pemikiran, bahwa seolah mereka memberontak, padahal mereka hanya ingin menyalurkan rasa keingintahuannya. Tugas kita adalah, temani mereka mencari ilmu baru, awasi dan perhatikan dengan baik.
3. Tidak Ada yang Diajak Bicara
Kenapa seorang anak memberontak karena tidak ada yang bisa diajak bicara dengan baik. Semua mempersalahkan tingkah lakunya dan sedikit yang memberikan solusi mengenai apa yang harus dia lakukan, apa yang benar dan salah melainkan hanya menjadikannya terdakwa. Jadilah teman bercerita yang baik. Walaupun menjadi guru, tetap ajak berkomunikasi karena kunci kecerdasan adalah kenyamanan dalam menerima materi.
Jadi, sebelum mendakwa seorang murid pembangkang dan pemberontak, lihat lagi latar belakang mereka melakukan hal tersebut. Cari tahu apa yang mendasari mereka menjadi pemberontak. Ajaklah berdiskusi, ciptakan ruang belajar yang tidak hanya baik, tapi juga nyaman.
