Bernas.id ? Perlukah memperkenalkan dunia politik pada anak? Bukankah poltik adalah dunianya orang dewasa? Lalu, apa pentingnya anak-anak mengetahui dunia politik dan bagaimana cara mengenalkannya?
Politik adalah cara untuk mendapatkan sesuatu. Ayah Bunda masih ingat kan, ketika buah hati masih kecil dia menangis meminta sesuatu yang diinginkannya? Lalu, Ayah atau Bunda segera merespon dan mengabulkannya. Maka, seketika itu juga anak langsung berhenti menangis dan kembali riang. Itulah cara yang dilakukan anak untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya dengan cara menangis. Hal ini dapat dikatakan anak sudah melakukan politik di keluarga bersama ayah bundanya.
Politik dapat juga berarti kekuasaan, Ayah Bunda dapat memperhatikan buah hati di rumah, kerap kali ingin menguasai sesuatu, seperti mainan. Anak memperebutkan mainan dengan saudaranya atau temannya. Bila kalah dia akan sedih dan bila menang dia akan senang. Bukankah ini politik?
Memperkenalkan dunia politik pada anak bukanlah seperti yang terjadi di masyarakat. Ayah Bunda sebaiknya memulai dari hal yang sederhana ini:
1. Tanamkan jiwa sportif dalam diri anak;
Setiap persaingan ada yang kalah ada yang menang. Setiap individu pasti menginginkan meraih kemenangan dalam setiap persaingan. Termasuk juga dengan anak-anak, menginginkan menang dalam bersaing untuk untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti memperebutkan mainan, memperebutkan kejuaraan pertandingan, dan lain-lain. Tetapi bila yang terjadi adalah kekalahan maka biasanya anak kerap menangis, bahkan ada yang menyalurkan kekesalannya dengan marah-marah.
Hal seperti inilah yang perlu arahan dan bimbingan dari orang tua. Tanamkan kepada anak-anak untuk memiliki jiwa yang sportif, siap menerima kemenangan dan kekalahan. Bila sejak dini anak sudah dibiasakan dengan sikap lapang dada, maka kelak bila sudah dewasa akan menjadi pribadi yang baik, sportif, jujur, menghargai orang lain.
2. Tanamkan cara yang baik untuk mendapatkan sesuatu;
Ayah Bunda perlu menanamkan kepada anak-anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan harus dengan cara yang baik, bukan menghalalkan segara cara. Seperti meminta sesuatu dengan sopan dan santun, dengan lembut. Tidak harus dengan menangis, berteriak, apalagi sambil marah-marah. Hal ini akan terbawa sampai anak remaja bahkan dewasa. Bila sejak kecil sudah ditanamkan cara yang baik untuk mendapat apa yang diinginkan, kelak bila sudah dewasa, cara yang baik tetap akan dipakai. Tidak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
3. Tanamkan empati kepada orang lain.
Setiap individu menginginkan kemenangan dalam persaingan. Tetapi apakah memperhatikan orang lain? Ayah Bunda, sejak kecil tanamkanlah rasa empati anak kepada orang lain, seperti kepada saudaranya, teman-temannya. Bermain bersama teman atau saudara lebih menyenangkan daripada main sendiri dengan mainan yang kita kuasai. Ajaklah anak untuk berbagi dengan orang lain, dengan mulai memberikan apa yang dia miliki kepada orang lain. Dengan demikian anak akan belajar empati kepada orang lain yang tidak seberuntung dirinya.
Ayah Bunda, jadi memperkenalkan dunia politik pada anak sangatlah penting, agar kelak ketika dewasa menjadi individu yang mempunyai jiwa yang sportif dalam menghadapi persaingan, melakukan cara yang baik untuk mendapatkan kekuasaan, serta mempunyai rasa empati kepada orang lain, terutama kepada lawan politiknya. Seperti tetap menjaga silaturahim dengan lawan politik. Menang tetap rendah hati, dan mau legowo menerima kekalahan.