Bernas.id ? Dunia penerbangan Iran tengah dirundung bencana. BBC mengabarkan kalau pesawat penumpang di negara tersebut jatuh di Pegunungan Dena pada hari Minggu (18/2/2018) waktu setempat. Pesawat yang sama mengalami kecelakaan usai lepas landas dari bandara ibukota Tehran menuju kota Yasuj di barat daya.
Tanda-tanda kalau pesawat bakal mengalami kecelakaan sudah mulai nampak ketika pesawat meninggalkan bandara Tehran pada pukul 8 pagi waktu setempat. Satu jam berlalu, pesawat milik maskapai Aseman itu menghilang dari radar dan tidak bisa lagi dihubungi.
Tim penyelamat kemudian dikirim untuk menemukan pesawat berjenis ATR 72-500 ini. Hasil temuan mereka sungguh memilukan. Pesawat tersebut diketahui jatuh di kawasan pegunungan yang berjarak 22 km dari Yasuj.
Ada total 66 orang yang ada di pesawat, di mana 60 di antaranya berstatus sebagai penumpang. Menurut juru bicara maskapai Mohammad Tabatabai, semua orang yang ada di pesawat menjadi korban tewas.
Pir Hossein Kulivand selaku anggota tim penyelamat menambahkan kalau satu di antara korban tewas baru berusia anak-anak. Akibat cuaca buruk di lokasi, tim penyelamat tidak bisa menggunakan helikopter dan harus menggunakan jalur darat untuk melakukan evakuasi.
Penyebab kecelakaan pesawat ini masih belum sepenuhnya diketahui. Namun usia pesawat yang sudah tua ditengarai sebagai salah satu penyebabnya. Akibat embargo yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya, maskapai-maskapai Iran kesulitan meremajakan armada pesawatnya.
Embargo internasional itu sendiri sudah dicabut pada tahun 2015 menyusul kemauan Iran untuk bersikap kooperatif terkait program nuklirnya. Namun menyusul naiknya Donald Trump sebagai presiden baru AS sejak tahun lalu, Iran terancam kembali menerima embargo.
