Bernas.id – Zaman mulai berubah. Ketenangan dan kebahagian mulai terkikis. Manusia hidup dengan banyak beban yang ditanggung. Carut marut tananan dunia mulai terlihat. Stres banyak melanda semua lapisan masyarakat. Hal-hal yang tak terpikir banyak terjadi. Inilah zaman akhir yang mulai nampak tandanya.
Semakin ditarik ke depan, manusia harus menghadapi segala risiko. Banyak orang baik dan ulama yang sudah dipanggil Allah. Halal haram mulai buram. Masalah kecil jadi pemicu keretakan hubungan kerukunan. Umat mulai gundah karena pemimpin semakin jauh dari titah Tuhan.
Dunia memang akan selalu berputar. Muslim yang baik harus paham zaman. Tak takut akan keadaan. Sudah ada pedoman yang jelas yaitu Alquran. Rasul pun sudah memberi kabar. Tinggal muslim kembali belajar dan bersikap yang wajar.
Tahun 2018 menunjukkan keadaan Indonesia yang lemah kepemimpinan negara. Banyak orang mudah menebar fitnah. Caci maki jadi makanan sehari-hari. Media sosial mengubah dunia bagai terjadi perang. Keaadaan ini memicu gejolak yang merusak tananan negara. Sungguh ironis negara sebesar ini tak terkendali.
Efek media sosial cukup signifikan terhadap kepada dunia nyata. Banyak fitnah yang melahirkan sikap yang kurang baik. Kejadian ulama atau ustadz yang kena persekusi. Seharusnya muslim bersikap yang elok menghadapi kenyataan ini. Fitnah dibantah dengan sikap yang baik. Beri informasi yang baik tanpa mencaci. Bela ulama dengan baik dan elegan.
Akhlak dan adab Islam menjadi acuan. Pelajari kembali sejarah dan ajaran Islam secara menyeluruh. Bangun kembali semangat islam di semua lapisan. Ada tiga hal yang bisa dilakukan agar selamat menghadapi ujian atau zaman ini, di antaranya:
1. Tunaikan zakat untuk benteng harta
Orang yang berzakat adalah orang yang mampu dan sudah masuk kewajiban zakat. Kemapanan finansial adalah bukti nyata untuk berzakat. Zakat komponen yang harus jadi pokok agama dan masuk dalam rukun Islam. Zakat ibarat penyuci bagi harta yang dimiliki. Menjadi benteng bagi pemilik.
Zakat memberi manfaat bagi sekitar. Orang yang mapan secara ekonomi akan memiliki kekuatan dalam mendakwahkan kebaikan. Amunisinya menjadi bahan bakar kebaikan.
2. Lakukan sedekah sebagai obat
Obat segala penyakit bisa dimulai dengan sedekah. Banyak manfaat sedekah bagi semua kalangan. Tak hanya harta tapi tenaga juga bisa digunakan. Orang yang bersedekah akan memberi manfaat bagi dirinya sendiri maupun orang sekitar.
Umat ini memang sedang sakit. Mari kita obati dengan sedekah. Bangun kekuatan dan komunitas kebaikan dengan semua kalangan lewat sedekah. Berbagi adalah kunci kolaborasi. Dan ukhuwah akan kuat dengan sedekah.
3. Berdoalah agar senantiasa terhindar dari malapetaka
Doa adalah ibadah. Kekuatan utama muslim adalah doa. Semua takdir bisa diubah dengan doa. Allah akan selalu datang kepada orang yang meminta. Semakin banyak orang sadar akan pentingnya doa maka umat ini akan kuat.
Sumber kepasrahan adalah tanda iman. Orang beriman tak akan sombong dengan usahanya. Semua yang terjadi selalu dari rida-Nya. Itulah tiga amalan yang bisa menjadi penolong di zaman now. Semakin banyak yang mengamalkan, maka umat akan selamat dari segala marabahaya.
