Bernas.id ? Terjadinya aksi penembakan di sebuah sekolah di Florida membuat isu kepemilikan senjata api kembali kembali menjadi topik perdebatan hangat. Saat badan legislatif Florida menggelar sidang pada hari Selasa (20/2/2018), sejumlah orang pun berharap agar momen ini dimanfaatkan untuk melarang atau setidaknya memperketat kepemilikan senjata api oleh warga sipil.
Keinginan mereka sayangnya ibarat pucuk dicinta, ulam tak tiba. Dalam pemungutan suara yang digelar oleh badan legislatif Florida, hanya 36 anggota dewan yang menyatakan dukungannya atas larangan penjualan senapan berpeluru banyak kepada warga sipil. Kalah jauh dibandingkan penentang larangan yang jumlahnya mencapai 71 suara.
Sidang tersebut juga disaksikan langsung oleh murid-murid dari Sekolah Menengah Marjory Stoneman Douglas yang menjadi lokasi penembakan pekan lalu. Mereka tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya saat melihat haisl pemungutan suara dari galeri gedung legislatif.
?Sungguh sebuah hal yang menyesakkan saat melihat berapa banyak nama-nama pemilih yang ada di sana, apalagi mengingat ini adalah sekolah saya,? kata siswi Sheryl Acquaroli kepada CNN. ?Mereka seolah tidak lagi memiliki hati ketika mereka cepat-cepat menekan tombol ?tidak?.?
Masalah pelarangan senjata api bukanlah satu-satunya topik yang dibahas di hari tersebut. Dewan legislatif Florida juga melakukan pemungutan suara mengenai sikap resmi badan legislatif mengenai bahaya pornografi. Tidak seperti pemungutan suara sebelumnya, kali ini sebagian besar peserta sidang menyatakan setuju akan pernyataan sikap tersebut.
Menurut anggota dewan Ross Spano dari Partai Republik, hasil penelitian menunjukkan kalau pornografi memiliki keterkaitan dengan kesehatan fisik dan mental seseorang, serta caranya dalam membina hubungan intim dengan orang lain.
Keluarnya hasil sidang ini langsung menuai kritikan dari sejumlah pihak yang menganggap kalau badan legislatif Florida menentukan prioritasnya secara salah. Tom McKay dari situs Gizmodo menulis kalau sudah banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa regulasi senjata api yang lebih ketat berdampak langsung pada menurunnya angka pembunuhan memakai senjata api.
Kritikan juga datang dari dalam badan legislatif Florida itu sendiri. Carlos Guillermo Smith dari Partai Demokrat mempertanyakan kenapa resolusi mengenai ponografi harus cepat-cepat dibahas dan diluluskan, padahal masih ada permasalahan lain yang lebih penting untuk dibahas dan dibuatkan peraturannya.
