Bernas.id – Selama ini investasi yang kita kenal dan cukup akrab di telinga kita hanyalah investasi kesehatan, pendidikan, keuangan, bisnis atau investasi lain yang berhubungan dengan materi. Namun investasi non-material yang berupa memori masih belum populer dan digemari oleh masyarakat kita. Padahal investasi berupa memori juga penting bagi manusia.
Pada dasarnya kemampuan otak kita terbatas dan tidak bisa mengingat semua memori yang dialami. Perlahan tapi pasti memori yang tidak terlalu mendetail akan hilang tergerus oleh waktu. Bagaimana cara untuk mengabadikan memori tersebut agar tidak pudar seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia?
Baca juga: Cara Menulis Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung Lengkap
Ya, menulis merupakan solusi dan jawaban paling tepat dan sangat mudah untuk dilakukan bahkan oleh setiap orang juga tidak membutuhkan biaya apapun. Menuliskan memori yang kita alami, kenangan pahit ataupun manis dapat menjadi investasi paling berharga di kehidupan kita kelak. Selain dapat mengenang kembali memori dengan detail, menulis kenangan pahit juga dapat mengurangi resiko depresi atau stres.
Sebelum berbicara lebih jauh tentang hubungan menulis dan investasi memori, mari kita pertegas lagi pengertian masing-masing kata kunci pada artikel ini.
Kata kunci pertama adalah investasi; Pengertiannya adalah sebuah tindakan menanamkan sumber daya atau modal pada saat ini, dengan harapan bisa mendapatkan manfaat yang lebih di masa mendatang. Pada umumnya, investasi berhubungan dengan dana atau uang yang kita tanamkan pada masa kini dengan harapan mendapatkan keuntungan yang berlipat di masa mendatang. Tujuannya tentu saja untuk menabung dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kata kunci yang kedua yaitu memori; Adapun pengertian memori menurut kbbi.web.id adalah: 1. Kesadaran akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali; ingatan; 2. Catatan yang berisi penjelasan; 3. Peringatan; 4. Piranti komputer yang dapat menyimpan dan merekam informasi. Sedangkan menurut Chaplin (2002), memori yaitu fungsi yang terlibat dalam usaha atau proses mengenang masa lalu, keseluruhan masa lalu yang diingat kembali dan pengalaman khas yang paling diingat. Namun tidak semua pengalaman bisa disimpan, hanya informasi atau pengalaman tertentu yang memiliki kekhasan saja yang mampu tersimpan. Memori terdiri dari tiga jenis yaitu memori sensoris, memori jangka pendek dan jangka panjang.
Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya
Sedangkan kata kunci terakhir yaitu menulis merupakan kegiatan untuk menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai. Menurut Djago Tarigan menulis juga berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan.
Jika dihubungkan ketiga kata kunci tersebut maka diperoleh kesimpulan awal sebagai berikut: menulis merupakan sebuah tindakan menanamkan modal yang berupa memori yang dituangkan dalam bahasa tulis, untuk mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Kira-kira keuntungan apa saja yang bisa didapat? Tentu saja hasil tulisan tersebut dapat digunakan sebagai media penyimpanan memori. Dapat dilihat lagi di masa mendatang tanpa khawatir lupa atau hilang dalam ingatan, karena keterbatasan otak kita dalam mengingat dan menyimpan memori tersebut.
Pertanyaannya, mengapa melakukan investasi memori lewat kegiatan menulis ini penting dilakukan? Ada dua macam manfaat: yaitu manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Manfaat untuk diri sendiri di antaranya: menulis dapat menjadi instrumen perekam jejak sejarah yang dapat menceritakan dengan detail segala peristiwa, perasaan, deskripsi tempat maupun orang-orang yang kita temui. Bahwa menulis adalah bekerja untuk keabadian, jadi apa yang kita tulis akan bersifat abadi dan dapat dibaca ulang di masa depan bahkan saat kita sudah tidak ada di dunia ini. Menulis juga dapat menjadi investasi pahala bagi kita, jika tulisan kita memuat kebaikan, ilmu yang bermanfaat, atau pemikiran yang baik dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian, Tujuan, dan Macam-macamnya
Manfaat investasi memori lewat menulis berikutnya adalah dapat membuat hidup kita lebih produktif. Jika menulis sudah menjadi bagian dari rutinitas keseharian kita, maka otak kita terlatih untuk selalu berpikir positif dengan terus berusaha melakukan hal yang bermanfaat. Kita akan terlatih untuk membuka wawasan, menelaah berbagai informasi, melakukan observasi dan menuangkan gagasan dalam sebuah tulisan. Menulis dapat juga menjadi media pembelajaran bagi diri kita karena kita akan menjadi pribadi yang kritis dan terus belajar.
Investasi memori lewat tulisan ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri namun juga orang lain. Sebagai pembaca, dapat secara langsung mengambil pelajaran dan hikmah dari tulisan-tulisan kita. Syukur-syukur pembaca dapat mengambil manfaat jika ada ilmu atau informasi yang kita bagikan lewat tulisan tersebut.
Baca juga: Tinjauan Pustaka: Pengertian, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya
Pertanyaan esensial yang mungkin muncul berikutnya adalah, bagaimana cara kita menuliskan memori-memori yang kita punyai sehingga dapat kita investasikan untuk masa depan? Di era serba digital ini tentu saja teknologi dapat membantu kita untuk mengabadikan tulisan-tulisan kita, unggahlah tulisan tentang memori-memori yang dialami di internet melalui blog, atau sosial media yang kita miliki.
Tentu tulisan-tulisan tersebut harus sudah disaring, mana konten yang pantas untuk konsumsi publik atau konten mana yang cukup kita simpan sendiri. Selain itu, kita juga dapat mengabadikan kisah kita dengan menuliskannya dalam sebuah buku. Memang, menulis buku dengan jumlah halaman tebal tidak mudah, butuh konsistensi dan kerja keras dalam mewujudkannya. Cobalah menulis! Jika orang lain bisa, kenapa kita tidak?
Bisa dimulai dengan menulis rutin 4 halaman A5 setiap hari, maka di akhir bulan kita bisa ‘panen’ naskah. Mengabadikan memori lewat tulisan yang dibukukan akan jauh lebih baik dan tentu saja lebih berharga. Siapa tahu investasi memori ini dapat menjadi investasi keuangan Anda di masa depan. Tidak ada kata terlambat untuk mencoba. Yuk, mulailah menulis!
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku 2021
