Bernas. id ? Jurusan bisnis merupakan salah satu jurusan yang memiliki banyak peminat. Sebagian besar orang memiliki prespektif bahwa jurusan bisnis dapat mengantarkan mahasisawanya menjadi seorang bisnisman atau bisnis women yang memiliki gaji sangat tinggi. Namun sebenarnya apa itu bisnis?
Prof. L.R. Dickse mengartikan bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya aktivitas tersebut. Lantas sebenarnya apa yang menjadi modal awal untuk menjalankan bisnis?
Entrepreneurship jawabannya. Menurut Ina Liem, entrepreneurship adalah imaging new ways to solve the problems and create the value. Jadi bukan semata-mata mencetuskan ide bisnis yang didasari dengan value yang kurang tepat. Karena sebuah bisnis hendaknya menjadi the real problem solving bagi sekitar. Seseorang tidak akan mendapatkan problem solving jika mereka hanya diam di rumah, tidak pernah mencoba turun lapangan dalam bidang yang diminati, dan melihat sekitar dengan kepekaan yang rendah. Oleh karenanya, jika Anda ingin berbisnis, langkah nyata yang harus diambil adalah terjun ke lapangan secara langsung. Di sanalah permasalahan sumber permasalahan yang nyata.
e-Fishery contohnya. Merupakan salah satu karya anak negeri, Gibran Huzaefah. Teknologi ini sangat membantu untuk mengidentifikasi nafsu makan ikan. Ide ini tercetus setelah Gibran melihat di lapangan secara langsung, bagaiamana cara petani ikan mengelola tambak mereka. Dari sanalah Gibran melihat masalah yang dialami petani ikan. Mereka selalu mengeluarkan biaya yang banyak untuk pakan, karena tak tahu kapan ikan lapar atau lapar. Selain itu, memiliki tambak ikan membuat pemiliknya tidak bisa bepergian karena harus memberi makan ikan secara langsung.
Selain itu ada crispy ikan sipetek, Cianjur. Aang Permana. Seorang lulusan IPB yang memilih kembali ke desa, memberdayakan desanya, resign setelah dua tahun bekerja di perusahaan migas. Ia mendapatkan ide ketika melihat fenomena sekitar. Masyarakat setempat membuang ikan petek, menjadikannya menjadi pakan bebek, karena harganya sangat murah. Sehingga tercetuslah ide untuk membuat krispi ikan petek yang bahan bakunya dibeli dari nelayan di Waduk Cirata.
Kripik jagung mungkin terdengar familiar di masyarakat, namun bagaimana dengan krupuk jagung? Terdengar unik bukan? Karena ini hanya diproduksi di Gurah, Kediri. Tercetusnya ide berawal dari kegelisahan seorang ibu PKK, melihat ibu-ibu rumah tangga yang kurang produktif dan hanya mengandalkan penghasilan suami mereka. Saat itu hasil panen jagung dihargai murah, sehingga perekonomian warga kurang baik. Hal tersebut membuat ibu Luluk Nasirah beserta ibu PKK lainnya nekad bereksperimen untuk membuat krupuk jagung. Berkat keuletan dan kerja keras mereka semua, kini banyak orderan tiap harinya. Ibu-ibu PKK lebih makmur dan produktif.
Dari tiga cerita model pebisnis sukses tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa bisnis bukan soal memproduksi atau menjual barang, namun bisnis merupakan pemecahan masalah yang ada di sekitar.
