Bernas.id – Setiap orang memiliki impiannya masing-masing. Mulai dari mimpi yang kecil hingga impian besar seperti keliling dunia misalnya. Impian sama halnya seperti harapan atau keinginan yang ingin kita capai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, impian merupakan barang (sesuatu) yang sangat diinginkan. Setiap orang berhak memiliki cita-cita atau impian yang wajib diperjuangkan, tak terkecuali kita sebagai muslimah. Kata siapa seorang muslimah tidak boleh berprestasi dan meraih cita-citanya? Banyak lho tokoh muslimah di luar sana yang sukses meraih mimpinya. Salah satunya adalah Raeni, anak tukang becak yang merupakan mahasiswi lulusan terbaik di salah satu PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Semarang, dan ia berhasil mendapat beasiswa S-2 di Inggris. Bahkan, ia sempat diundang menjadi narasumber di televisi nasional. Berkat tekad dan kegigihannya, ia berhasil meraih impiannya.
Namun, tak sedikit pula orang yang meremehkan kekuatan impian. Mereka berdalih, ?Ah, tidak usah bermimpi muluk-muluk. Biarlah hidup ini mengalir seperti air saja.? Tapi bukankah air itu selalu mengalir dari tempat tinggi ke rendah? Bagaimana kalau air itu mengalirnya ke septic tank? Nah, itulah gunanya impian. Ia secara otomatis akan mengarahkan hidup kita, jika kita mau memperjuangkannya. Impian itu seperti motivasi kita dalam mewujudkan sesuatu. Selagi bermimpi itu gratis, apa salahnya, bukan?
Mereka yang tidak memiliki impian, sama halnya seperti orang yang tidak memiliki tujuan hidup. Ia terombang-ambing sendiri, mengikuti arus yang entah kemana perginya. Beda halnya dengan mereka yang memiliki impian, mereka memiliki tujuan hidup yang jelas. Rintangan yang ada di depan tidak menyurutkan langkahnya, ikhtiarnya pun kencang. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai impiannya tersebut. Bisa dibilang hidupnya lebih tertata daripada mereka yang tidak memiliki mimpi.
Ketika kita sudah memiliki impian, maka yang perlu kita lakukan adalah memperjuangkannya. Jika memiliki impian tapi tidak ada tindakan, sama halnya kita sedang mengkhayal. Akan sulit untuk tercapai. Berani bermimpi, maka harus berani action. Harus berani bergerak untuk mencapainya. Dan yang terpenting, jangan pernah remehkan kekuatan doa. Kita harus doa, doa, dan doa. Libatkan Allah selalu dalam setiap impianmu.
