Bernas.id ? Masalah kekeringan dan penggundulan hutan menjadi masalah yang sudah membelit Sudan selama beberapa dasawarsa terakhir. Jika tidak ada tindakan yang diambil, sejumlah lokasi di negara tetangga Mesir tersebut diperkirakan tidak akan bisa ditempati oleh manusia.
Badai pasir menjadi masalah utama yang timbul dari wilayah yang terpengaruh oleh bencana kekeringan. Di desa Shamalia, seorang guru setempat mengeluh kalau ruang kelasnya kerap dipenuhi oleh pasir yang masuk lewat jendela. Pada malam hari, warga setempat juga merasa khawatir kalau badai pasir bakal memendam mereka hidup-hidup.
Melakukan pembenihan pohon secara massal menjadi salah satu solusi yang dipilih untuk mencegah masalah ini bertambah buruk. Al Jazeera mengabarkan kalau dua orang insinyur asal Sudah menciptakan drone khusus untuk melakukan penanaman bibit pohon akasia dari udara.
Menurut pengakuan salah seorang insinyur yang bernama Mohammed Ibrahim, mereka memilih pohon akasia karena akar pohon ini bisa mencegah timbulnya olakan pasir. ?Sebanyak tujuh puluh persen wilayah pertanian Sudah berada dalam ancaman berubah menjadi gurun. Jadi supaya bisa melakukan sesuatu (untuk mencegahnya) dan mendapatkan solusi utamanya, kami harus menggunakan teknologi canggih,? paparnya.
Mohammed menambahkan kalau drone ini bukan hanya bisa digunakan untuk menanam benih pohon dari udara. Tetapi juga untuk mensurvei kondisi lahan pertanian. ?Dengan melakukan penilaian, semua peneliti dan anggota LSM bakal memiliki akses informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan di lapangan,? terang Mohammed.
Rekan Mohammed yang bernama Hatem Hassan mengakui kalau upaya pembuatan drone ini tidak bisa dikatakan mulus. Pasalnya Sudan tengah menerima sanksi internasional akibat konflik di Darfur. Namun dengan bermodalkan kegigihan mereka dalam mencari informasi lewat internet, keduanya akhirnya dapat menciptakan drone ini.
?Kami tidak bisa melakukannya sendirian. Kita semua harus berdiri bersama: pemerintah, masyarakat, LSM, semuanya. Kita harus saling membantu. Ini adalah situasi darurat. (Rakyat) membutuhkan bantuan dan mereka membutuhkannya sekarang. Bukan besok atau lusa,? kata Mohammed, tegas.
