Bernas.id – Indonesian Hotel General Manager (IHGMA) sebagai asosiasi para general manager (GM) hotel seluruh Indonesia akan menyelenggarakan Rakernas Pertama IHGMA Indonesian Hotel General Manager Association pada tanggal 4-6 Mei 2018 di Hotel Grand Mercure Yogyakarta. IHGMA berdiri pada tanggal 20 April 2016 yang saat ini sudah memiliki 25 DPD di seluruh Indonesia dengan anggota 1000 orang, Jumat 27 April 2018.
Dalam konferensi persnya, Tanti Arini, wakil satu IHGMA menyebut latar belakang diadakannya rakernas pertama di Yogyakarta karena keunikan budayanya. Selain itu, kegiatan rakernas IHGMA pada tanggal 4-6 Mei di Grand Mercure Yogyakarta akan dibuka langsung oleh Sri Sultan Hamengkubowono X. Stakeholder dari dunia pariwisata juga akan turut serta dalam rakernas ini, misal PHRI, Asita, IHGM Yogyakarta, dll.
Disebut Tanti Arini, tema rakernas pertama IHGMA, yaitu Budaya untuk Pariwisata, Pariwisata untuk Budaya. ?Kita melihat perkembangan kota Yogyakarta sebagai pusat budaya Jawa yang harus diekspos budayanya. Budaya ini akan menjadi salah satu tujuan utama Jogja. Jogja sebagai tempat wisata, budayanya yang akan diangkat. Dengan adanya candi dan keraton itu sebagai atraksi utama akan digabungkan pengalaman budaya yang diwariskan kota budaya Jogja,? paparnya.
Selain itu, menurut Tanti, IHGMA akan selalu mendukung program-program pariwisata yang dikembangkan pemerintah daerah untuk mengembangkan pariwisata Indonesia. ?Atraksi budaya daerah akan ditingkatkan sehingg bisa menjadi salah satu calendar of event yang ada di daerah tersebut sehingga bisa turut andil menaikan kedatangan wisatawan,? tuturnya.
Selain itu, IHGMA juga akan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Yogyakarta dengan mengajak beberapa GM untuk ikut memberikan pelatihan beberapa sekolah sehingga profesi GM bisa ikut menaikan kualitas sumber daya manusia di perhotelan.
Berkaitan dengan prinsip-prinsip IGHMA, yaitu prinsip profesionalitas, integritas, dan networking, lanjut Tanti, secara berkelanjutan, IHGMA akan menerapkan strategi bisnis yang berdaya guna untuk kelangsungan industri pariwisata tersebut, terutama untuk peningkatan perekonoman di daerah setempat.
Disebut Tanti, kepedulian merupakan akar atau kata kunci dari IHGMA. Untuk itu, dari para anggota dan pengurus, baik tingkat daerah dan pusat akan selalu membawa organisasi IHGMA ini untuk mengikuti tantangan jaman yang kompetisinya sangat tingi.
Sementara itu, Irene Indri Dewi Astuti memaparkan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Rakernas Pertama IHGMA Indonesian Hotel General Manager Association nanti.
Dikatakan Irene, hari pertama tanggal 4 Mei diawali dengan kegiatan dari Divisi Kerjasama dan Kelembagaan, yaitu akan mengunjungi desa wisata, di Desa Gabukan. Sorenya, akan ada welcome dinner di Grand Mercure Ibis yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur Jogja.
Lalu, lanjut Irene, pada tanggal 5 Mei, akan dilaksanakan kegiatan rakernas secara penuh dengan dibuka oleh Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X yang akan memberi paparan tema Budaya untuk Pariwisata, Pariwisata untuk Budaya. ?Konsep beliau, Jogja itu kota budaya. Yang menjadi ikon Jogja itu budayanya sehingga pariwisata otomatis akan mengikuti. Budaya Jawa harus dijual sehingga akhirnya akan menajdi ikon pariwisata Yogyakarta,? imbuhnya.
Terakhir tanggal 6 Mei, dikatakan Irene akan diadakan program breakfast gathering Joglosemar, yang akan dihadiri travel agen, sponsor, dan seluruh member IHGMA akan hadir di sana.Rakernas pertama IHGMA ini akan disponsori oleh Tiket.com, Pertamina, Attamana, dan dari lokal, Jogja Painting.
Dikatakan Irene, hasil akhir rakernas adalah menyusun program kerja selama satu tahun sehingga setiap DPD IHGMA nantinya akan melaporkan kegiatan yang sudah dijalankan selama satu tahun terakhir. Selain program kerja, akan ada isu khusus yang akan dibawa dalam rakernas. ?Sekarang ini ada isu tenaga kerja asing, terutama di bidang perhotelan, bagaimana GM lokal itu bisa bersaing dengan GM asing,? katanya. (Jat)
