Bernas.id – Dengan tagline “Sleman The Living Culture” yang seirama dengan Kabupaten Sleman, Ikatan Dimas Diajeng Sleman bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mengadakan Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2018. Agenda ini diumumkan dalam konferensi pers Malam Penobatan Dimas Diajeng Sleman 2018 yang dilakukan di Ottoman Sky Lounge, Hotel Grand Keisha, Senin 30 April 2018.
Dalam sambutannya, General Manager Grand Keisha Hotel, Atik Damarjati mengakui senang sekali terlibat dalam kegiatan Dimas Diajeng 2018 ini. “Meski masih muda, pemikirannya sudah terlibat dalam Pariwisata Sleman. Muda berkarya,” ucapnya.
Dikatakan Atik, hotel itu bukan hanya tempat untuk tidur, tapi juga mengenal daerah kita sehingga senang sekali diajak terlibat dengan banyak stakeholder pariwisata lain. “Indahnya saling berkolaborasi dan bersinergi,” katanya.
Sementara itu, Ibu Nyoman Raisa Fitri, SPsi perwakilan dari Dinas Pariwisata menyebut bahwa instansinya memang memiliki beberapa program, salah satunya Dimas Diajeng 2018. “Kalau sudah terpilih, bukan sebagai akhir karena memiliki banyak tugas selain menjadi ajang melatih mengembangkan diri. Dituntut mampu mempromosikan pariwisata dan pembangunan Sleman. Membantu mempromosikan,” tuturnya.
Dikatakan Ibu Nyoman, tujuan akhir Dimas Diajeng 2018 ini bisa memberikan prestasi dan pribadi yang berbeda kepada para Dimas diajeng yang terpilih, serta memiliki kapasitas yang lebih, misal di dunia kerja.
“Kita dapatnya generasi muda yang berkarakter dan berprestasi mampu mengenalkan budaya,” imbuh Ibu Nyoman.
Sedangkan, Dimas Bayu, Ketua Ikatan Dimas Diajeng Sleman 2018 menyebut tentang mengusung sesuatu yang berbeda dengan tema Sleman The Living Culture. “Kami membuka kesempatan golden ticket, yang membuka bakat bibit-bibit yang luar biasa dari para peserta. Selain itu, tes tertulis dan tes wawancara, serta pembekalan,” ucapnya.
Selain itu, lanjut Dimas Bayu, akan melakukan field trip ke Museum Gunung Api Merapi dan Museum Ulen Sentalun, dan Tebing Breksi. “Ke depan di tanggal 5 Mei akan menampilkan bakat yang akan dijadikan satu dalam sebuah acara di agenda Festival Kuliner Sleman,” ucapnya.
Diinformasikan, pemilihan Dimas Diajeng Sleman diadakan setiap dua tahun sekali. Untuk tahun 2018 ini, diikuti 200 peserta,lalu tersaring menjadi 60 semifinalis hingga terpilih lagi 30 finalis (15 Dimas dan 15 Diajeng).
Untuk kegiatan yang diikuti para finalis ialah pembekalan pariwisata, kebudayaan, public speaking, kelembagaan, media visit, dll. Sebelum acara puncak, finalis akan mengikuti proses karantina pada tanggal 8-10 Mei 2018. Rencananya, malam penobatan Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2018 akan dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Mei 2018 di Open Air Theatre Ramayana Ballet, Candi Prambanan.
Selanjutnya, akan dipilih 8 kategori, yaitu Dimas-Diajeng Sleman 2018, Dimas-Diajeng Sleman Wakil I, Dimas-Diajeng Sleman Wakil II, Dimas-Diajeng Sleman Harapan I, Dimas-Diajeng Sleman Harapan II, Dimas-Diajeng Sleman Favorit, Dimas-Diajeng Sleman Persahabatan, dan Dimas-Diajeng Sleman Berbakat. Total hadiah yang akan diberikan untuk para peserta Dimas Diajeng Sleman senilai Rp45 juta.
Salah satu peserta Dimas Diajeng Sleman 2018, Dika menyebut bahwa kegiatan mengikuti Dimas Diajeng ini sangat menyenangkan dan harapannya semoga berjalan lancar. ?Tidak memiliki ambisi apa-apa sih hanya ingin menunjukkan yang terbaik bagi penonton yang hadir di malam penobatan besok,? ujarnya. (Jat)
