PDI Perjuangan DIY mengeluarkan 8 pernyataan politik terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2018. Dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Drs Bambang Praswanto MSc yang dikirim ke bernas.id, Selasa (1/5/2018) menyatakan, pertama, bahwa PDI Perjuangan terus mendorong pelaksanaan politik pendidikan, guna mewujudkan pendidikan untuk semua sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kedua, pendidikan berbudi pekerti harus didorong untuk melahirkan manusia Indonesia yang berkarakter, memiliki rasa nasionalisme sekaligus bertopang pada kebudayaan bangsa serta unggul dalam kualitas.
Ketiga PDI Perjuangan menegaskan bahwa seluruh konsepsi pemikiran Ki Hajar Dewantara sangat relevan hingga saat ini.
Dalam situasi krisis kebangsaan dan menguatnya identitas kelompok seperti saat ini, misalnya, model kepemimpinan ?Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani? yang dicetuskan Ki Hadjar Dewantara sangat penting untuk diterapkan. “Kepemimpinan yang merangkul dan memberi keteladanan seperti inilah yang menjadi ciri kepemimpinan Pak Jokowi
(Presiden RI, red),” kata Bambang Praswanto.
Keempat, pendidikan budi pekerti mutlak dan sangat diperlukan sebagai jawaban atas krisis keteladanan saat ini. Sekolah harus menjadi gemblengan disiplin dan mentalitas bangsa yang pro kemajuan. Kelima, PDI Perjuangan mendukung inovasi pendidikan berbasis digital. Isu ini diangkat untuk menegaskan posisi partai dan memperkuat asosiasi PDI Perjuangan sebagai partai dengan pemikiran ideologis berdasarkan Pancasila, namun selalu ?up to date? dengan perkembangan zaman. ?Core values tetap yakni Pancasila, sedangkan mediumnya berubah-ubah sesuai zaman,? kata Bambang.
Karena itu, keenam, untuk jutaan pengguna aplikasi pembelajaran digital dari berbagai start up, seperti ruang guru, coursera dan sejumlah perusahaan pengembang teknologi pendidikan lainnya, kehadirannya diapresiasi oleh partai sebagai terobosan pendidikan untuk semua, pendidikan tanpa diskriminasi.
Ketujuh, partai berkomitmen untuk menjadi pendorong terdepan bagi meluasnya pembelajaran digital sebagai salah satu solusi mengakselerasi kualitas SDM, sebagaimana dulu Bung Karno dengan Menteri Pendidikan Ki Hadjar Dewantara merintis sistem pendidikan nasional yang berdasarkan asas-asas kemerdekaan, berketuhanan, demokratis, berkebudayaan, berlandaskan kemanusiaan, dan menjunjung tinggi kemajuan iptek, dengan semboyan “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Komitmen serupa menjadi gebrakan Ibu Megawati Soekarnoputri yang sampai sekarang terus menjadi inisiator peningkatan perhatian ke dunia pendidikan, seperti peningkatan rasio dana riset di APBN.
Dan kedelapan, pada saat bersamaan, Bamusi menegaskan posisi partai sebagai pihak yang terus berkomitmen membangun pendidikan di pesantren. PDI Perjuangan melalui para kadernya di eksekutif dan legislatif menaruh perhatian besar pada pendidikan pesantren. Upaya-upaya memfasilitasi pengembangan pendidikan pesantren telah dilakukan. Salah satu momentumnya adalah keputusan Presiden Joko Widodo sebagai kader PDI Perjuangan yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.
“Kebijakan-kebijakan pengembangan pesantren di era Pak Jokowi perlu diungkap kembali dengan speaker dari partai agar peran ini bisa diketahui publik (mengingat pemangku kementerian yang berkaitan dengan pesantren, semuanya dari partai lain),” kata Bambang. (lip)
Ketua DPD PDIP DIY Drs Bambang Praswanto MSc. Foto : ISTIMEWA
