Bernas.id – Umat Hindu di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah menyelenggarakan “Dharma Yoga Festival 2018” di pelataran selatan Candi Prambanan, Minggu (29/7) pagi. Acara diikuti sekitar 1000 orang, yang terdiri tak hanya umat Hindu, namun juga kalangan lain.
Pembimas Hindu Kanwil Kemenag DIY Ida Bagus Wika Krishna mengatakan, kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan yang telah digelar ketiga kalinya. Yang berbeda, di tahun ini namanya diubah, setelah sebelumnya bernama Prambanan International Yoga Day. Menurut Wika, perubahan nama dilakukan agar yoga yang telah mendunia bisa semakin dikaitkan dengan asal usul spiritualnya.
“Untuk menegaskan garis benang merah keterkaitan dengan tradisi yoga klasik dari ajaran Sanatana Dharma,” jelasnya.
Wika mengajak para peserta untuk menyadari bahwa yoga adalah pengendalian bemih pikiran. Praktik yoga menurutnya adalah sumbangsih terhadap program Presiden Jokowi, yakni revolusi mental, yang mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbaiki cara pandang dan cara pikir.
“Kemudian melakukan pembenahan terhadap moralitas kita, dari dalam diri kita,” ujar Wika.
Untuk pertama kalinya, kegiatan Dharma Yoga Festival Tahun 2018 juga disemarakkan oleh kehadiran Acarya Yoginam Wayan Sudiasa, pengajar Yoga Ketawa dari Bali, yang mengajak para peserta tertawa bersama. Menurut Wayan, yoga jenis ini adalah salah satu bentuk penyembuhan yang sangat baik untuk fisik dan mental. Sebab tingkat stress dan kecemasan cenderung meningkat di era modern ini.
“Yoga tertawa adalah alternatif bagi kita untuk mendapat kesehatan fisik dan jiwa,” ujarnya.
Kegiatan Dharma Yoga Festival 2018 ini mengambil tema 'Yoga Mewujudkan Revolusi Kesadaran dan Revolusi Mental'. Rangkaian acara yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya ini dimeriahkan dengan pembagian ratusan door prize. (Den)
