Bernas.id – Perayaan Grebeg Maulud merupakan puncak dari Pasar Malam Perayaan Sekaten, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad dilangsungkan Rabu (21/11/2018).
Prosesi Grebeg diawali dengan pengambilan Dwaja atau bendera oleh para bregada atau prajurit di Bangsal Sri Manganti pada sekitar pukul 6 pagi. Warga yang mulai memadati alun-alun utara sejak sekitar pukul 7 pagi akhirnya dapat menyaksikan gunungan yang diawali dengan keluarnya bregada atau prajurit keraton pada sekitar pukul 10 pagi.
Masyarakat yang memadati alun-alun utara antusias untuk menyaksikan iring-iringan bregada dan gunungan, hingga petugas berkali-kali menyerukan agar masyarakat mundur untuk memberi jalan pada iring-iringan. Bregada yang terlibat dalam Grebeg adalah Bregada Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero, Surakarsa, dan Bugis.
Dengan diiringi suara gamelan, satu per satu pasukan bregada berjalan keluar dari kraton dengan busana khasnya masing-masing. Para bregada lalu membentuk barisan yang menghadap timur dan barat di alun-alun.
Tujuh buah gunungan dibawa oleh Abdi Dalem Kanca Abang dan dikawal oleh bregada dibawa ke tiga tempat, yaitu Kepatihan, Masjid Gedhe Kauman, dan Pura Pakualaman. Lima buah gunungan, yakni Gunungan Kakung, Estri, Darat, Gepak dan Pawuhan dibawa ke Masjid Agung, sementara ke Kepatihan dan Pakualaman masing-masing satu buah Gunungan Kakung.
Setelah sampai di tujuan masing-masing, gunungan diserahterimakan dan didoakan oleh Kyai Penghulu, RM Haji Muhammad Cholil Kamaludiningrat.
Setelah prosesi doa, gunungan langsung dirayah atau diperebutkan oleh warga dengan antusias. Dalam hitungan menit, beberapa gunungan tersebut ludes diserbu warga.
Salah seorang warga yang ikut mengambil bagian dari gunungan itu adalah Sudi Prawiro. Ia datang sendiri dari rumahnya di kawasan Kasihan Bantul untuk berebut gunungan.
?Ngalap berkah mas, apa saja yang didapat dibawa pulang,? ujarnya sambil memamerkan beberapa sisa sayuran gunungan yang didapatnya.
Prosesi ngalap berkah atau mencari berkah dengan cara mengambil bagian dari gunungan ternyata masih kuat tertanam di benak masyarakat. Tampak masih ada beberapa warga yang mencari sisa gunungan di bekas lokasi rayahan.
Dengan berakhirnya prosesi Grebeg, maka berakhir juga Pasar Malam Perayaan Sekaten 2018. (den)
