Bernas.id – Djaduk Ferianto, sosok seniman yang aktif di dunia musik, teater, festival jazz, dan seni tari telah mencoba dunia baru yang sebenarnya sudah melekat cukup lama, yaitu fotografi. Ia memamerkan berbagai karya fotonya dalam pameran tunggal “Meretas Bunyi” yang digelar 15-23 Desember 2018 di Bentara Budaya Yogyakarta.
Lewat 83 foto hitam putih karyanya, Djaduk ingin mengajak pengunjung bertamasya dalam imajinasinya. Djaduk menuturkan bahwa dirinya mulai memotret sejak mengumpulkan uang 1988 untuk membeli kamera analog saat hidup di Jerman. Ia lalu bermain dengan kamera itu untuk memotret berbagai hal di sekitarnya.
“Tetapi saya bukan fotografer hebat, bukan orang yang tahu teknis, tidak tau kecepatan, tidak tau diafragma,” ujarnya.
Di Indonesia Djaduk lantas menemui komunitas fotografi Gembira Selalu yang isinya dari berbagai kalangan. Di situ ia berkesempatan belajar memotret termasuk dari fotografer Pinto NH.
“Fotografi saya pakai untuk mengasah sensitivitas atau 'ngeng' saya, karena saya sudah punya pekerjaan lain, di musik, di teater,” ujarnya.
Djaduk merasa dengan semakin banyak karya foto yang dibuatnya, ia mengunggah di media sosial Facebook. Banyak komentar positif yang muncul dari situ.
“Awalnya saya mau bikin buku, tetapi diwujudkan dalam pameran berjudul Meretas Bunyi. Setiap foto tidak menggunakan judul. Biarlah penikmat berimajinasi,” jelasnya.
Ia sendiri sangat menyukai warna hitam putih. Karena itu jenis foto inilah yang dipamerkannya.
“Hitam putih itu ada misteri, ada ruang imaji yang liar daripada yang colour,” ujarnya.
Pinto NH yang hadir di acara pembukaan pameran menilai, perkembangan Djaduk belajar di bidang fotografi cukup cepat. Meski demikian, ia mengakui, masih ada beberapa kekurangan teknis di sana-sini.
“Tetapi saya yakin dengan kapasitas Mas Djaduk, akan terus lebih baik lagi,” ujarnya.
Pameran dibuka oleh Prof. Dr. P. M. Laksono, M. A. Acara dimeriahkan oleh penampilan Jazz Mben Senen, Endah Laras dan KUAetnika. (den)
