BONN, BERNAS.ID ? Sebagaimana kita ketahui, mesin cuci adalah alat yang digunakan untuk mencuci pakaian. Fungsi utamanya adalah membersihkan kotoran yang ada di pakaian. Namun, itu bukan berarti mesin cuci senantiasa bebas dari kuman. Sebuah penelitian terbaru bahkan menemukan bahwa mesin cuci bisa menjadi sarang bagi aneka bakteri yang kebal dengan obat.
Sebagaimana dilansir dari Live Science pada Senin (30/9), sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology memaparkan temuan tersebut. Dalam penelitian tersebut, dokter di sebuah rumah sakit di Jerman menemukan bahwa pada kulit bayi yang baru lahir di fasilitas mereka terdapat bakteri resisten obat, Klebsiella oxytoc. Meski tidak langsung, bekteri itu disebut dapat memicu penyakit pneunonia, infeksi saliuran kemih, dan infeksi pada luka, terutama pada mereka yang sistem kekebalannya lemah.
Awalnya, para dokter di rumah sakit tersebut menduga bahwa bakteri Klebsiella oxytoc itu berasal dari perawat atau peralatan rumah sakit. Para dokter, selanjutnya, memeriksa sejumlah peralatan di rumah sakit seperti inkubator, tetapi hasilnya negatif. Dokter akhirnya memeriksa mesin yang digunakan untuk mencuci pakaian bayi. Hasilnya, ditemukan bakteri serupa pada karet pelapis pintu mesin cuci dan kompartemen deterjen.
Rumah sakit tersebut pada dasarnya telah memisahkan mesin cuci untuk pasien dengan mesin cuci untuk bayi. Mesin cuci yang diperiksa itu hanya digunakan unruk mencuci kaos kaki dan penutup kepala bayi dan pakaian ibunya. Akhirnya, rumah sakit tidak lagi menggunakan mesin cuci tersebut. Setelah itu, kasus bayi yang terpapar bakteri Klebsiella oxytoc tidak lagi ditemukan.
Berdasarkan temuan tersebut, koordinator penelitian tersebut, Dr. Martin Exner, menyerankan agar setiap keluarga memperhatikan kebersihan mesin cuci mereka. ?Orang-orang sebaiknya memperhatikan cara mencuci pakaian mereka. Misalnya, dengan cara memisahkan pakaian anggota keluarga yang sedang sakit,? kata Exner yang juga direktur Institute for Hygiene and Public Health di Rumah Sakit Universitas Bonn itu seperti dikutip Live Science. ?Selain itu, orang-orang juga bisa mencuci dengan air panas atau desinfektan tertentu,?lanjutnya. (aji)
