LOUISIANA, BERNAS.ID ? Para ilmuwan dari Fakultas Kedokteran dari Universitas Tulane, Lousiana, Amerika Serikat, pada Selasa (16/9) merilis video yang menunjukkan aksi ?kanibalisme? sel-sel kanker setelah mendapatkan kemoterapi. Video tersebut menunjukkan sel-sel kanker payudara yang tersedot ke dalam perut sel kanker lain yang telah dirawat dengan obat kemoterapi. Dalam video tersebut juga terlihat, sel-sel yang tertelan ke dalam perut sel lain menyusut sebelum akhirnya menghilang.
Sebagaimana dilansir Live Science, penjelasan tentang temuan tersebut dirilis dalam Journal of Cell Biology. Video tersebut sendiri sebenarnya merupakan temuan sampingan dari sebuah studi tentang bagaimana sel kanker bertahan hidup setelah kemoterapi. Obat kemoterapi menurunkan sel kanker dengan mendatangkan kerusakan pada DNA mereka. Namun, beberapa sel kanker payudara resisten terhadap kemoterapi karena mempertahankan salinan gen sehat yang disebut TP53. Alih-alih binasa, sel-sel tersebut memasuki keadaan tidak aktif tetapi masih menghasilkan sinyal kimia yang memicu peradangan dan mendorong pertumbuhan tumor di kemudian hari.
Penelitian itu sendiri dilakukan dengan cara mengobati sel kanker payudara manusia pada sebuah cawan laboratorium dengan obat kemoterapi doxorubicin. Sel-sel tersebut kemudian dicampurkan dengan sel-sel kanker yang tidak diobati. Sel-sel yang sudah diobati itu memang menjadi tidak aktif dan berhenti mereplikasi diri. Namun, sel-sel tersebut kemudian memperbesar ukurannya dan memakan sel kanker lain yang ada di dekatnya. Perilaku itulah yang memberi sel-sel tersebut energi untuk kambuh kembali. Seorang profesor biokimia yang terlibat dalam penelitian tersebut, James Jackson, menjelaskan gejala tersebut. “Kami menemukan bahwa sel yang diobati menelan sel yang tidak diobati, tetapi tidak sebaliknya,? ungkapnya sebagaimana dikutip Live Science.
Dari penelitian tersebut, tim ilmuwan menyimpulkan bahwa menghambat proses kanibalisme pada sel kanker akan memberikan peluang terapi baru bagi penderita. ?Ini dapat menjadi peluang terapi baru karena meningkatkan respon penderita terhadap kemoterapi,? simpul Jackson. (aji)
