YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Pengamat Kebijakan LISAN (Lembaga Studi Isu-isu Strategis dan Kawasan), Fitra Hariadi, mengapresiasi atas niat pimpinan DPRD DIY yang mulai melirik perkembangan teknologi sebagai basis pengembangan program pemerintah daerah. Hal tersebut diungkapkannya di Gedung DPRD DIY saat menanggapi usulan Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana untuk membuat Fintech lokal dan perhatiannya terhadap start up di DIY, Jumat (25/10/2019).
“Kita ketahui masyarakat saat ini sudah berkembang menjadi masyarakat moderen yang melek terhadap teknologi bahkan anak-anak muda di Jogja telah banyak mengembangkan start up digital,” ujar Fitra.
Ditambahkannya, selain sektor swasta yang terdisrupsi, lambat laun semua aspek masyarakat dan program pemerintah pun akan ikut terbawa arus modernisasi. “Setali tiga uang, disrupsi tidak hanya akan membawa perubahan pada sektor swasta tapi juga pada arah kebijakan dan sasaran pembangunan,” terangnya.
Lanjutny, Era Teknologi 4.0 dan bonus demokrasi melahirkan fenomena dimana masyarakat tidak bisa dipisahkan dari teknologi digital. “Kita ketahui pasar produk digital seperti fintech sedang berkembang pesat di Indonesia. Tentu jika benar terlahir fintech lokal di DIY ini tentu menjadi terobosan pembangunan dari Pemda DIY, karena akan menjadi akselerator pembangunan di DIY dan mensejajarkan diri diantara kota-kota besar moderen di dunia,” jelasnya.
Seperti diketahui peluang dan potensi fintech lokal ini sangat besar, tiap tahun rata-rata wisatawan ke Yogyakarta meningkat setengah juta orang baik lokal maupun mancanegara yang dapat dilayani dengan fintech lokal. “Fintech lokal dapat dibuat untuk memenuhi kebutuhan wisatawan maupun warga DIY, sehingga pemerintah daerah dapat mengundang investor atau memakai instrumen kerjasama bank pemerintah yang sudah ada,” katanya.
Terkait perkembangan Start Up di DIY, Pemda tidak dapat hanya sebatas memberikan pelatihan start up. Tapi pemda juga perlu memfasilitasi akses informasi, permodalan dan bahkan tempat khusus bagi para start up untuk berkumpul dan berkembang bersama untuk sharing pengetahuan dan laju teknologi.
“Sudah saatnya pemerintah daerah memfasilitasi semua yang diperlukan oleh para start up digital terkait dengan akses terhadap internet berkecepatan tinggi maupun membangun pusat pengembangan start up digital, karena kita ketahui menjamurnya start up saat ini ibarat anak tanpa orang tua,” pungkasnya. (cdr)
