JAKARTA, BERNAS.ID – Tim dokter RSAB Harapan Kita Jakarta menyampaikan informasi terkait pasca operasi pemisahan bayi kembar siam Ardi dan Ardan.
Direktur RSAB Harapan Kita Dr dr Didi Danukusumo, SpOG (K) menjelaskan bayi kembar siam Ardi dan Ardan asal Tangerang, Banten ini berhasil dipisahkan melalui operasi selama 10 jam oleh sejumlah dokter gabungan di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita Jakarta, Sabtu (16/11).
Dikatakan dr. Didi, Didi operasi pemisahan bayi kembar siam Ardi dan Ardan berjalan lancar memisahkan organ hati yang menyatu. “Persiapan tim dokter pembedahan kembar siam Ardi dan Ardan dimulai pada pukul 05.00 WIB, kemudian pasien memasuki ruangan operasi sekitar pukul 06.18 WIB dan selesai pada pukul 16.00 WIB selanjutnya setelah operasi pemisahan, bayi kembar Ardi dan Ardan dalam perawatan di Pediatric Intensive Care Unit (PICU), sekitar 7-10 hari,” katanya saat konferensi pers.
Sementara itu, Ketua Tim Operasi pemisahan bayi kembar siam Ardi dan Ardan, dr Edy Jo Siswanto Sp.A menuturkan total operasi terhadap Ardi dan Ardan memakan waktu sekira 10 jam, sejak pagi tadi mereka memasuki ruang operasi. Adapun durasi bila dihitung sejak pertama tim dokter melakukan sayatan hingga dipindahkannya bayi Ardi meninggalkan kamar operasi yakni selama 5 jam 36 menit.
Dalam melaksanakan operasi pemisahan bayi kembar siam Ardi dan Ardan,
RSAB Harapan Kita Jakarta dibantu beberapa tenaga medis spesialis dari rumah sakit lainnya yaitu: Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Pusat Kanker Nasional Dharmais, RSPAD Gatot Subroto dan Dokter spesialis yang dilibatkan dalam operasi hingga pemulihan di antaranya spesialis bedah anak, spesialis thoraks kardio vaskular, spesialis bedah plastik, spesialis anestesi, spesialis anak, spesialis radiologi, spesialis patologi klinik dan spesialis rehabilitasi medik.
Sebelumnya RSAB Harapan Kita Jakarta telah melakukan operasi kepada bayi kembar siam dempet perut tahun 1981, pemisahan bayi kembar siam dempet perut dan tulang dada tahun 2016 dan pemisahan bayi kembar siam dempet kepala tahun 2017. (van)
