JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pameran “Ragam Budaya Papua” berlangsung pada 18 November – 18 Desember 2019 di Plaza Sarinah Jakarta.
Kasubdit Diplomasi Dalam Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yayuk Sri Budi Rahayu mengatakan kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenalkan Papua dari sisi kebudayaannya.
Yayuk menjelaskan pada kegiatan ini mengenalkan noken lebih dekat, yang telah menjadi warisan budaya UNESCO dan juga berkenalan dengan empat orang maestro seni budaya Papua.
“Noken merupakan tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari,” kata Kasubdit Diplomasi Dalam Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yayuk Sri Budi Rahayu.
Noken umumnya bagi masyarakat Papua untuk membawa hasil-hasil pertanian seperti sayuran, umbi-umbian dan juga untuk membawa barang-barang dagangan ke pasar.
“Karena keunikannya yang dibawa dengan kepala???????, pada 4 Desember 2012 noken khas masyarakat Papua ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda UNESCO,” ungkapnya.
Lebih lanjut Yayuk menambahkan kegiatan ini juga merupakan strategi diplomasi dan upaya menguatkan ketahanan budaya Indonesia.
Dalam kesempatan ini sebanyak 10 Usaha Mikro Kecil Menengah??????? (UMKM) Papua hadir untuk memperkenalkan produk-produk asli Papua, mulai dari kopi, kain, noken dan minyak buah merah Papua. Selain itu juga digelar kegiatan seperti gelar wicara dan lokakarya. (Ivan)
