JAKARTA, BERNAS.ID – Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Harris Iskandar menyampaikan harapannya dari digelarnya Seminar Internasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga ECEP 2019 dapat memberi dampak positif bagi pengembangan dan peningkatan layanan PAUD dan pendidikan keluarga.
Harris Iskandar mengungkapkan pemerintah Indonesia menyadari bahwa PAUD dan Pendidikan Keluarga merupakan dua elemen yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan, namun masing-masing memiliki fokus kajian. Peran Keluarga dan Satuan Pendidikan Penyelenggara PAUD menjadi sangat penting. Terlebih tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia terkait dengan potensi tumbuh kembang anak masih cukup berat.
“Oleh karena itu PAUD dan Pendidikan Keluarga ini akan dibahas pada seminar internasional ini dengan menghadirkan narasumber, para pakar dari berbagai akademis, praktisi dan penggiat nasional dan internasional di bidang PAUD dan Pendidikan keluarga,” kata Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud RI Harris Iskandar saat konferensi pers di Hotel Millenium Jakarta, Selasa (5/11).
Lebih lanjut Harris Iskandar mengatakan, digelarnya Konferensi Internasional PAUD dan Pendidikan Keluarga pada 4-7 November 2019 sebagai upaya meningkatkan mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Keluarga untuk para pelaku pendidikan.
Ia menjelaskan pada seminar internasional kali ini ada 10 topik makalah akademik dan empirik yang dikirim oleh seluruh peserta. Sepuluh topik itu yaitu, Pertama, tentang Perkembangan Digital di Bidang PAUD dan Pendidikan Keluarga Akses. Kedua, Partisipasi dan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini, dan Ketiga tentang, Kurikulum dan Pedagogi PAUD,
Sementara, Keempat, PAUD dan Pendidikan Keluarga dalam Mengembangkan Kesiapan Sekolah. Lalu, Kelima, Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini, Keenam, Isu Gender di PAUD dan Pendidikan Keluarga, Ketujuh, Landasan Filosofis PAUD, dan Kedelapan, Kepemimpinan, Guru dan Tenaga Kependidikan. Serta, Kesembilan, Kelas Pendidikan Keluarga di Satuan PAUD, dan Terakhir, soal 1.000 Hari Kehidupan Pertama.
Acara Seminar Internasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga ECEP 2019 akan dihadiri 15 negara atau totalnya sebanyak 500 orang, di antaranya Afganistan, Australia, Banglades, Filipina, Kamboja, Korea Selatan, Madagaskar, Maroko, Perancis, Tajikistan, Thailand, Timor Leste, dan Yaman. Negara-negara tersebut akan mengirimkan wakilnya dari kementerian pendidikan, akademisi, praktisi dan penggiat PAUD.
Lanjut Harris Iskandar, Indonesia telah memiliki payung hukum untuk pelaksanaan itu, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif dan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Melalui Inpres tersebut, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting. Program tersebut melibatkan kementerian/lembaga terkait, termasuk di dalamnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (van)
