Bernas.id – Pada Jumat 10 April 2020 lalu, ECI mengganti namanya dari Entrepreneur Club Indonesia menjadi Entrepreneur Cinta Indonesia. Pinpin Bhaktiar melakukan pergantian nama ini berdasarkan inspirasi postingan Facebook Prof. Riant Nugroho pakar kebijakan publik yang peduli kepada pengembangan entrepreneurship di Indonesia. Bagi Pinpin postingan Prof. Riant menjadi inspirasi sekaligus visi yang sangat baik.
ECI sendiri berdiri sejak 2014 berdasarkan keisengan dan spontanitas Pinpin Bhaktiar. Grup WA ECI awalnya bernama “My Friend” dan “Developer Club” dengan tujuan awal untuk berkumpul dengan kawan-kawan dari masa SD-Kuliah dan persiapan untuk koneksi dengan developer untuk persiapan riset pada jenjang S3. Seiring perkembangan waktu namanya berubah menjadi ECI.
Karena ini merupakan wadah dan perkumpulan yang bersifat informal, maka pada perjalanannya ECI mendapat dukungan dari berbagai pihak. Logo ECI dibuat oleh Sunil Tolani (Founder Calibrework). Kopdar perdananya sendiri diinisisasi oleh Rizky Diansyah (Founder DDW Organizer) dengan kesediaan Pak Bi Subiakto menjadi nara sumbernya. Kopdar kedua lebih formal meskipun terjadi juga secara spontan yang diinisiasi oleh Prof. Roy Sembel Dean IPMI Business School yang bahkan dalam sesi itu Pinpin sendiri berhalangan hadir.
Dukungan juga hadir dari kalangan media. Liputan media online perdana dilakukan berdasarkan fasilitas pemilik Bernas Bli Putu Putrayasa. Selanjutnya Yaomi dari Genie melakukan liputan pada tabloidnya. Ali Tranghanda direktur Indonesia Property Watch juga mendukung ECI melalui liputan pada majalah Property And The City miliknya.
ECI sudah berjalan 6 tahun dan saat ini memiliki jejaring berkisar 800-an. Semua anggota grup diundang langsung oleh Pinpin Bhaktiar, karena Pinpin mengenal mereka semua secara pribadi. Mereka terdiri atas tokoh, pakar, para guru besar, entrepreneur, dan para pemimpin bisnis. ECI juga telah melakukan sinergi dengan PPM School of management, HIPMI, JCI, IMA, YBP, BM, TDA, ASPIRASI, Universitas Syiah Kuala Aceh, dan berbagai pihak lainnya.
Bahkan ECI disaat wabah Covid19 ini bersama Andy K Natanael (founder projek) dan Dr. Joni Pangestu (Akademisi PPM) tetap bersinergi melakukan sesi berbagi melalui online. Peserta mencapai berkisar 7000 dengan para pembicara yang kepakarannya sangat baik seperti Hermawan Kartajaya, Prof. Bramantyo Djohanputro, Prof. Riant Nugroho, Prasetya M Brata, Jamil Azzaini, Ongky Hojanto, Budi Satria Isman, Andreas Nawawi, Dedy Budiman, James Gwee, Andrie Wongso, dan berbagai pakar lainnya.
Silaturahmi pada grup WA ECI dapat berjalan baik karena semua pihak membatasi diri untuk tidak membahas SARA, politik, dan pornografi. Interaksi dan postingan digrup juga dilakukan secara bijaksana mengingat profil anggota ECI yang rata-rata para pemimpin yang produktif, yakni postingan dan interaksi yang secukupnya saja. Karena inti dari berjejaring melalui grup wa ECI adalah tentang saling keterhubungan atau keterjejaringan. Harapan Pinpin Bhaktiar kiranya ECi tetap dapat menjadi forum silaturahim yang baik dan berkontribusi strategis terhadap pengembangan entrepreneurship. Agar hadir Indonesia yang kokoh harum berkarakter. (tds)
