Bernas.id ? Berita hoax atau berita yang tidak sesuai dengan fakta dan kejadian sebenarnya, bertebaran di mana-mana. Mudah sekali berita hoax menyebar dan dikonsumsi oleh masyarakat, tak sedikit yang langsung mempercayainya. Teknologi dalam genggaman membuat orang dengan mudahnya mendapat informasi namun kadang kurang teliti dalam mengecek kebenarannya.
Sebagai generasi muda terutama mahasiswa kamu harus bisa menjadi garda terdepan untuk menangkal berita hoax. Kamu bisa meluruskan berita hoax yang terlanjur sampai ke keluarga atau masyarakat.
Untuk menjadi mahasiswa yang mampu menangkan berita hoax, setidaknya ada 5 cara yang harus kamu lakukan.
1. Waspada dengan Judul Berita Provokatif
Berita dengan judul yang bombastis dan provokatif cenderung lebih mudah menarik perhatian orang. Namun, budaya membaca belum betul-betul mengakar pada masyarakat Indonesia. Mereka lebih sering langsung percaya dengan judul tanpa membaca isi beritanya dengan detail. Inilah yang menjadikan berita hoax cepat menyebar.
Oleh karena itu, sebelum percaya dengan judul dan mencerna info di berita tersebut, sebaiknya kamu telusuri dulu dengan cara mencari berita yang serupa dari media resmi. Kemudian bandingkan isi keduanya, apakah sama atau bertolak belakang. Bila jawabannya adalah bertolak belakang, bisa dipastikan itu merupakan berita palsu.
2. Periksa Faktanya
Berita yang baik selalu menyertakan sumbernya, baik narasumber dari hasil wawancara maupun pengamatan langsung yang dibuktikan dengan foto atau video. Sebelum percaya terhadap sebuah berita periksa dulu faktanya apakah sumber dari berita tersebut resmi atau tidak.
Apabila mendapatkan informasi melalui grup WhatsApp yang seolah berasal dari pelaku ormas, pengamat, atau tokoh politik, jangan cepat untuk mempercayainya. Ada baiknya kamu melakukan penegcekan ke ormas atau lembaga terkait.
Selain itu, ada sebuah tulisan yang sifatnya fakta ada yang berupa opini. Tulisan opini tentu penulis bebas menuliskan pendaptnya namun itu belum diyakini sebagai fakta. Kamu harus jeli membaca apalah sebuah informasi tersebut berupa fakta atau opini. Fakta merupakan peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sedangkan opini merupakan pendapat dari penulis berita sehingga bisa cenderung bersifat subjektif.
3. Teliti Keaslian Foto
Berita atau informasi hoax yang bisa dengan cepat menyebar adalah foto dan video. Bentuk visual memang sangat digemari karena tidak harus repot-repot membaca deskripsi atau artikel.
Pastikan dulu apakah foto atatu video yang memuat sebuah inormasi tersebut asli atau tidak. Seringkali, foto dan video adalah asli tapi tidak ada kaitannya dengan berita atau deskripsi yang menyertai. Misalnya, foto korban kecelakaan lalu linta namun dalam deskripsi disebutkan bahwa itu adalah korban pembunuhan. Tentu saja informasi demikian sangat menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan.
Sebagai mahasiswa, kamu harus bisa menjadi peredam berita hoax bukan malah turut menyebarkannya. Mudah saja untuk mengetahui keaslian sebuah gambar atau video. Caranya adalah dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Kemudian kamu akan mendapatkan hasil pencarian yang menyajikan gambar-gambar serupa yang ada di internet untuk Anda bandingkan.
4. Telusuri Alamat Situs
Sebuah tulisan memang terkesan fakta dan meyakinkan ketika menyertakan sumber berita berupa alamat situs atau link. Sebelum percaya 100% kamu harus yakin apakah alamat situs tersebut asli atau palsu. Seringkali ada pihak-pihak yang sengaja membuat situs dengan alamat mirip dengan situs media resmi. Jika tidak jeli maka kita bisa termakan berita hoax.
Biasanya situs yang menggunakan domain blog kurang bisa diakui kebenarannya. Dalam catatan Dewan Pers, ada sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita tapi baru 300 situs yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi. Itu artinya ada puluhan ribu situs yang berpotensi untuk menyebarkan berita palsu di internet yang perlu kamu waspadai.
5. Bergabung dengan Grup Anti-Hoax
Sudah ada grup anti-hoax yang bisa rujukan untuk memverifikasi apakah sebuah berita atau informasi berupa fakta atau hoax. Grup anti-hoax yang ada misalnya di Facebook ada beberapa fanpage dan grup diskusi anti-hoax, seperti Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Grup Sekoci, Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, dan Fanpage Indonesian Hoaxes. Dalam grup-grup tersebut, kamu bisa membaca klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain atau bertanya apakah sebuah informasi yang kamu baca merupakan hoax atau bukan.
Jadilah mahasiswa yang memiliki kecerdasan literasi dengan membudayakan membaca secara tuntas dan detail sebelum mempercayai sebuah informasi.(sn)
