BERNAS.ID – Bakwan, tahu isi, mendoan, pisang goreng dan masih banyak lagi menu buka puasa berupa gorengan yang bisa dijumpai. Apalagi dimakan selagi masih hangat dan setelah seharian berpuasa, terasa begitu nikmat. Hampir sebulan berpuasa, gorengan menjadi menu andalan ketika waktu berbuka tiba. Apakah kamu tim suka makan gorengan saat berbuka puasa?
Selain enak, menu ini juga sangat praktis untuk membatalkan puasa ketika waktu berbuka tiba. Rasa-rasanya gorengan itu adalah menu camilan yang tiada duanya. Tapi, terlalu sering menyantap gorengan ketika berbuka ternyata memiliki dampak loh! Dihimpun Bernas.Id, berikut bahaya kalau keseringan makan gorengan entah saat berpuasa maupun hari-hari biasanya:
Masalah Pencernaan
Kadar lemak dalam makanan yang digoreng umumnya lebih tinggi. Kondisi ini akan membuat perut kesulitan untuk memecah lemak, sehingga kita akan merasa kenyang lebih lama. Hal ini berpengaruh pada timbulnya kembung, mual, bahkan sakit perut jika dilakukan terlalu sering. Lemak dan minyak yang tinggi pada gorengan ketika dikonsumsi berpotensi untuk membunuh bakteri baik yang ada didalam organ pencernaan. Maka ketika banyak makan makanan berminyak, jumlah bakteri jahat juga akan meningkat, sehingga mengganggu keseimbangan bakteri pencernaan di dalam perut.
Masalah Jantung
Makanan berminyak berpotensi memunculkan adanya timbunan lemak di dalam tubuh ketika tidak dicerna dengan baik. Lemak yang ada di dalam tubuh bisa meningkatkan tekanan darah dan memicu obesitas sehingga bisa menimbulkan masalah jantung jika penumpukan lemak atau plak berada pada pembuluh darah. Timbunan plak ini yang nantinya menjadi penyebab utama masalah jantung karena menghambat aliran darah.
Risiko Diabetes
Masalah lain yang muncul berikutnya adalah risiko diabetes. Tak dipungkiri diabetes menjadi momok semua orang karena penyakit ini berkaitan dengan pola makan dan pola hidup seseorang. Sering mengonsumsi gorengan juga menjadi salah satu pemicu seseorang terkena diabetes, terutama yang tipe 2. Tidak hanya gorengan, semua makanan yang memiliki kandungan lemak dan minyak yang tinggi menjadi penyebab utama kenaikan berat badan sehingga membuat kadar gula darah dalam tubuh menjadi meningkat. Apalagi untuk orang-orang yang sudah kegemukan harus makin selektif memilih menu makan.
Resiko Gangguan Fungsi Otak
Makan makanan berlemak ternyata juga mempengaruhi fungsi otak. Hal ini berkaitan dengan sindrom metabolik. Sindrom metabolik ini terjadi karena konsumsi lemak yang berlebih sehingga mengganggu aktivitas, struktur dan jaringan otak. Selain itu, makanan berlemak melemahkan kemampuan belajar dan mengingat seseorang serta meningkatkan risiko inflamasi atau peradangan. Jika dibiarkan berlarut maka, risiko kerusakan memori pada otak bisa terjadi.
Solusi yang tepat adalah batasi konsumsi makanan gorengan. Hal ini juga menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan tubuh untuk meminimalisir risiko terjangkit penyakit serius. Semoga bermanfaat! (mta)
