Bernas.id – Sains Informasi Geografi (SaiG) merupakan sebuah cabang ilmu dari Geografi yang mampu memberikan data atau informasi melalui cara yang lebih mudah, selain karena perkembangan teknologi yang terlampau cepat, tuntutan zaman serta kebiasaan manusia sekarang yang lebih menerima sesuatu dengan cara yang praktis membuat mahasiswa lulusan program studi ini banyak diperlukan terutama di perusahaan yang membutuhkan tenaga di bidang informasi geospasial.
Prospek kerja jurusan Sains Informasi Geografi di antaranya adalah di badan informasi geospasial (BIG), Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Pusat Statistik (BPS)
Bagi kalian yang memilih jurusan Sain Informasi Geografi (SaIG), berikut hal-hal yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa baru untuk memasuki prodi SaIG:
1. Niat dan Tekad yang Kuat
Untuk menjadi mahasiswa baru tidak mudah, kalian harus banyak adaptasi terhadap lingkungan kampus dan mata kuliah yang dipelajari. Terutama bagi yang lintas jurusan kemungkinan akan mengalami learning shock di mana kalian akan mengalami kebingungan tersendiri dalam memulai pembelajaran. Jika tidak ada persiapan niat dan tekad yang kuat maka konsekuensinya adalah kalian tidak akan bisa mengimbangi materi yang diberikan oleh dosen di kelas. Oleh karena itu, mantapkan niat sedari sekarang, kuatkan tekad bahwa kalian mampu untuk menjadi mahasiswa baru yang beprestasi dan mampu untuk mengikuti setiap pembelajaran dan risiko-risiko yang akan terjadi.
2. Mulai Berliterasi
Berliterasi sangat penting jika ingin menjadi seorang mahasiswa yang sukses, selain membaca berliterasi juga berarti kemampuan dalam memahami, menganalisis dan mendekonstruksikan pencitraan suatu hal. Semakin banyak buku yang kalian baca akan melatih cara berfikir kalian dan tentunnya menambah wawasan.
Mulai untuk mencari buku-buku referensi untuk mata kuliah yang bersangkutan, karena masa-masa perkuliahan ialah masa dimana kalian diajarkan untuk menjadi seorang yang mandiri dan bertanggung jawab. Karena tidak semua dosen akan memberikan modul/diktat kepada mahasiswanya melainkan hanya memberi tahu referensi buku yang harus dibaca, dari situlah tanggung jawab dan kemandirianmu diuji sebagai seorang mahasiswa. Berbeda dengan masa SMA yang semua buku sudah disediakan oleh pihak sekolah dan hanya memiliki satu rujukan buku dalam pemberian materi, sedangkan dalam perkuliahan kalian nanti akan diberikan banyak referensi buku yang masih satu tema dengan apa yang dipelajari pada salah satu mata kuliah kalian.
3. Latihlah Daya Kekritisan dalam Berpikir
Sebagai Agent Of Change bagi generasi muda, mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dalam menciptakan suatu perubahan ataupun pembaharuan suatu hal. Di dalam perkuliahan mahasiswa harus mampu untuk memecahkan solusi, membuktikan teori apakah akurat atau tidak. Di SaIG sendiri terdapat beberapa mata kuliah yang mengharuskan mahasiswa nya untuk mengikuti kegiatan praktikum.
Di semester 1 kalian akan bertemu dengan mata kuliah Geologi, Geomorfologi, Meteorologi dan Klimatologi yang akan menguji daya kekritisan kalian di lapangan. Baik dari segi teori, fisik, kondisi alam, kebersamaan dan sebagainnya. Bagaimana kalian membenarkan suatu teori dengan uji praktik lapangan, membuat teori baru dengan kegiatan praktikum, memecahkan suatu masalah dengan solusi yang akurat ketika di lapangan dan lain-lain. Semua itu memerlukan kekritisan dalam berpikir. Hal inilah yang paling mencolok mengenai perbedaan antara siswa dengan mahasiswa yang dimana mahasiswa dituntut untuk dapat berperan aktif, kritis dan berani untuk berbicara tentunya.
4. Cobalah untuk Berperan Aktif
Berperan aktif adalah kewajiban yang harus ada pada diri seorang mahasiswa. Baik itu berperan aktif di bidang akademik maupun organisasi. Jika kalian terbiasa dengan kepasifannya ketika di SMA, cobalah untuk berperan aktif ketika sudah memasuki dunia perkuliahan, jika kalian termasuk kedalam orang yang introver, cobalah untuk memulai dari hal yang terkecil terlebih dahulu, bisa dimulai dengan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dosen, bertanya tentang hal-hal yang memang kalian tidak paham, berdikusi kecil dengan teman kelas, kelompok belajar, ataupun dengan teman organisasinya. Karena keaktifan seorang mahasiswa akan berpengaruh terhadap cara pandang, wawasan, dan bentuk sosialnya.
Begitupun keaktifan seorang mahasiswa di prodi SaIG sangat penting. Karena hampir sebagian besar mata kuliah yang terdapat di SaIG akan lebih banyak berkaitan dengan kegiatan survei, uji sampel, dan pencocokan data di lapangan yang berkaitan dengan bidang geospasial dan geografi. Jika mahasiswa bersifat pasif maka akan menjadi hambatan bagi mahasiswa yang lainnya. Seperti contoh pada kegiatan praktikum untuk menguji kebenaran teori di lapangan mahasiswa akan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok besar, jika pada salah satu kelompok terdapat mahasiswa yang pasif maka akan menghambat kinerja anggota kelompok yang lainnya. Oleh karena itu untuk mahasiswa baru, mulailah untuk berperan aktif sedari sekarang, baik itu dibidang akademik maupun organisasi yang akan menambah kualitas kinerja kalian nantinya.
5. Perbanyaklah Relasi
Cobalah untuk memperbanyak relasi, baik itu dengan dosen, kakak tingkat ataupun dengan orang-orang yang berada pada ranah lingkup geografi. Hal ini tentunya bertujuan agar adik-adik tidak mengalami kebingungan dalam menjalankan awal perkuliahan. Terutama bila tugas sudah datang, relasi dengan banyak orang sangatlah dibutuhkan, bila terdapat permasalahan yang sangat sulit dipecahkan, ataupun terdapat materi yang belum kalian fahami ketika di awal perkuliahan. Selain dapat sharing mengenai materi yang akan dipelajari, juga kalian bisa menambah pengalaman baru, teman baru, dan tentunnya akan sangat membantu kalian nantinya dalam menjalani aktifitas sebagai mahasiswa di jurusan SaIG.
Lulusan SMA yang memutuskan masuk ke jurusan ini harus benar-benar mengubah kebiasaan berlajar yang kurang baik menajdi lebih baik. UNMAHA sebagai kampus yang juga membuka program sarjana untuk jurusan SaIG membantu mahasiswanya dalam pengembangan bakat minat dan potensi diri dengan menyiapkan banyak mentor yang andal.
