Bernas.id – Pendaftaran UTBK-SBMPTN pada tahun 2020 diikuti 706.901. Jumlah hanya 49,26% dari total kapasitas yang disiapkan oleh LTMPT di setiap pusat UTBK. LTMPT menyiapkan kapasitas untuk pelaksanaan UTBK sebanyak 1.435.130.
Pelaksanaan UTBK-SBMPTN pada era new normal mengalami beberapa perubahan. Perubahan yang dijelaskan dalam sosialisasi secara daring melalui channel youtube LTPMT dan live IG LTMPT pada Rabu, 23 Juli 2020. Demi melindungi dan menjaga Kesehatan dan keselamatan para pihak serta mencegah penyebaran Covid-19 dengan membatasi mobilitas (pergerakan) peserta antar Provinsi dan atau antar Kabupaten/Kota maka LTMPT selaku panitia pelaksana UTBK-SBMPTN menjelaskan perubahan sebagai berikut:
- Materi ujian hanya satu jenis soal yaitu Tes Potensi Skolastik.
- Durasi pengerjaan tes hanya 105 menit atau 1 jam 45 menit.
- Pelaksanaan ujian 100% mematuhi protokol kesehatan.
- Ujian yang awalnya dilaksanakan sebanyak empat sesi dalam satu hari, kini menjadi dua sesi dengan pembagian jadwal sebagai berikut
- Sesi 1 (09.00 – 11.15 WIB/WIT/WITA)
- Sesi 2 (14.00 – 16.15 WIB/WIT/WITA)
- Para peserta yang pada awalnya mendapatkan sesi ganjil (1 dan 3) dapat mengikuti sesi yang dijelaskan di atas. Dan peserta yang mendapatkan sesi genap akan dijadwalkan ulang.
- Para peserta akan dibagi menjadi 2 gelombang pelaksanaan tes dengan berpatokan dengan alternatif sebagai berikut:
- Gelombang 1 (5-14 Juli 2020)
- Gelombang 2 (20-29 Juli 2020)
- Gelombang Cadangan (29 Juli – 2 Agustus 2020)
Adapun ketentuan bagi para peserta UTBK seperti yang dijelaskan oleh panitia adalah sebagai berikut:
- Hanya peserta yang sehat yang diperkenankan mengikuti UTBK.
- Peserta disarankan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sebelum pelaksanaan UTBK.
- Peserta datang ke lokasi tes dalam keadaan bersih (sebelumnya mandi dan mencuci rambut).
- Menyiapkan berbagai dokumen yang diperlukan.
- Datang langsung ke lokasi Ujian dan setelah selesai langsung pulang ke rumah masing-masing. Peserta disarankan tidak mampir ke tempat lain sebelum dan sesudah ujian.
- Para pengantar akan disediakan drop zone sehingga peserta diantar hanya sapai drop zone dan tidak diperkenankan menunggu hingga tes berakhir.
- Peserta tidak diijinkan berinteraksi dengan peserta lain.
- Peserta mengikuti protokol Kesehatan mulai dari pengukuran suhu tubuh dengan termo gun, mencuci tangan, mengenakan masker dan face shield serta sarung tangan.
LTMPT menghimbau para calon peserta UTBK tidak panik menghadapi perubahan yang terjadi pda pelaksaan tes kali ini, karena panitia akan terus memastikan bagaimana persiapan pelaksaaan UTBK disetiap pusat UTBK yang telah ditunjuk. Panitia juga meminta para peserta tetap menjaga Kesehatan agar nanti dapat mengikuti ujian seperti yang telah direncanakan.
Untuk persiapan tahap akhir pelaksaan UTBK-SBMPTN, pada tanggal 26 Juli 2020 akan dilakukan simulasi pelaksanaan ujian ini.
Bagi kalian siswa SMA yang bingung menentukan kampus mana yang tepat, UNMAHA sebagai kampus yang berbasiskan teknologi dapat menjadi pilihan yang tepat dalam melanjutkan pendidikan.
