JAKARTA, BERNAS.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengukuhkan dan melantik 13 (tiga belas) Pejabat Pimpinan Tinggi di lingkungan BKKBN diantaranya 3 (tiga) Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yaitu Sekretaris Utama, Inspektur Utama dan Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi; 7 (tujuh) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BKKBN Pusat yaitu Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Kepala Pusat Penelitian Pengembangan Kependudukan, Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk, Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, Direktur Bina Ketahanan Remaja, Direktur Advokasi dan Bina Hubungan Antar Lembaga ; serta 3 (tiga) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi yaitu Provinsi Jambi, Riau dan Gorontalo, pada Senin (10/8) di Auditorium BKKBN Pusat.
“Pengukuhan dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hari ini, merupakan tindak lanjut Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya yang dilaksanakan sejak awal bulan Maret tahun 2020 dan Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilaksanakan sejak bulan Juni 2020 untuk mengisi jabatan-jabatan lowong di BKKBN,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K).
“Pengisian jabatan JPT menjadi hal penting untuk segera dilakukan apabila ada jabatan yang lowong agar pelaksanaan program dan kegiatan administrasi dan kepemerintahan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Disampaikannya, pada tahun 2020 ini BKKBN telah melaksanakan beberapa perubahan. Salah satunya adalah Rebranding BKKBN yang merupakan salah satu quickwins yang selanjutnya dituangkan dalam Keputusan Kepala BKKBN Nomor 14/ KKEP/B1/2020 tentang Quickwins BKKBN tahun 2020 yaitu promosi Brand Baru BKKBN. Disisi lain perubahan lingkungan yang cepat dan dinamis menjadi pertimbangan pula bagi BKKBN untuk mengkomunikasikan program-program kepada masyarakat.
Menurut Hasto, era revolusi industri 4.0 telah mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat. “Menyadari hal ini BKKBN harus melakukan upaya agar menjadi relevan dan terhubung dengan generasi muda yaitu millenial, zillenial dan mungkin juga generasi alpha,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kepala BKKBN mengatakan upaya rebranding tidak semata-mata mengubah identitas institusi, namun harus disertai perubahan mindset pegawai BKKBN.
“Semua program harus ter-delivered bukan sekedar disampaikan artinya kita tidak bisa lagi bekerja berdasarkan business as usual, sehingga harus ada quickwins yang dilakukan dalam waktu singkat namun terukur dan berdampak,” jelas Hasto.
Hasto menyampaikan dengan telah terpenuhinya seluruh formasi Jabatan Pimpinan Tinggi baik Madya serta Pratama di BKKBN hari ini, mengajak untuk sukseskan seluruh program Bangga Kencana.
“Untuk itu, Saya minta kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik agar Segera menyesuaikan diri dengan tugas dan fungsi yang baru serta bersama-sama dengan seluruh jajaran untuk menciptakan strategi dalam meningkatkan indeks Reformasi Birokrasi serta melaksanakan setiap program kerja sesuai perencanaan yang telah dibuat dengan efektif dan efisien,” tutup Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K). (van)
