SLEMAN, BERNAS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman melaporkan data terbaru dampak kejadian angin kencang yang terjadi pada Jumat sore (30/10/2020) pada pukul 17.00 WIB. Angin kencang menyebabkan sejumlah pohon, atap teras rumah, atap masjid, dan atap tempat usaha sayuran hidroponik roboh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan mengatakan angin kencang berdampak di dua kecamatan, Ngaglik dan Kalasan. “Untuk Kecamatan Ngaglik, pohon Sengon berdiameter 30 sentimeter tumbang dan menimpa jaringan listrik di Losari Sukoharjo Ngaglik. Pohon Sengon saat ini sudah terkondisi,” jelasnya.
Untuk Kecamatan Kalasan, Makwan menyebut empat pohon tumbang di lokasi yang berbeda. “Di Kringinan Tirtomartani Kalasan, sebuah pohon Munggur berdiameter 30 cm tumbang menutup akses Jalan Solo KM 12 dan sudah terkondisi. Lalu, di Temanggal Purwomartani, Kalasan, ada pohon Wadang berdiameter 30 cm tumbang menimpa teras rumah dan sudah terkondisi,” terangnya.
“Di Sidokerto Purwomartani Kalasan, pohon tumbang menimpa dapur dan kabel listrik dan sedang dalam penanganan. Lalu, di Kadirojo, Purwomartani, Kalasan, ada pohon talok berdiameter 30 sentimeter menimpa rumah dan sudah terkondisi,” imbuhnya.
Untuk dampak angin kencang yang lain, Makwan menyebut sejumlah atap Masjid Al Kautsar di Gendingsari, Tirtomartani, Kalasan, berterbangan. “Di Gendingan, Tirtomartani, Kalasan, atap asbes rumah atas nama Bapak Wahono berterbangan dan belum tertangani. Hal itu juga terjadi pada atap rumah atas nama Ibu Nanik Sukirah sehingga genting dan wuwung berterbangan lalu menimpa warga. Akibatnya, warga mengalami luka memar,” bebernya.
“Di Gendingsari, Sembir, Tirtomartani, Kalasan, atap dapur, kamar rusak, dan pagar kandang roboh atas nama Bapak Budi Jati. Saat ini sedang proses pembersihan,” imbuhnya.
Untuk tempat usaha yang roboh, Makwan menyebut Usaha Sayuran Hidroponik Putra Kebun di Gendingasari, Sembur, Tirtomartani Kalasan dengan pemilik atas nama Wisnu Pamungkas (21), warga setempat. “Angin kencang mengakibatkan bangunan galvalum roboh dan tanaman sayur hidroponik selada lalap rusak. “Kerugian ditaksir kurang lebih 20 juta. Untuk reruntuhan belum terkondisi, tapi bangunan masih cukup aman,” tutupnya. (jat)
