Bernas.id – Masih berkaitan dengan Google Meet yang sedang hangat diperbincangkan, Google Meet saat ini masih menjadi satu aplikasi konferensi video yang digunakan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. Terutama bagi sekolah yang saat ini telah memiliki akun Google Suite for Education, fasilitas Google Meet masih bisa diakses seperti semula dengan 100 peserta rapat dan merekam sesi konferensi. Hal ini didiskusikan secara mendalam oleh empat fasilitator dari REFO Indonesia, yaitu Steven Sutantro, Gusman Adi, Suparman, dan C. Adi Nugraha dalam sebuah webinar Perubahan Kunci dari Google Meet.
Dari 16 ke 49 Tampilan Layar
Gusman menyampaikan bahwa saat ini Google Meet dapat menampilkan layar peserta yang tadinya hanya 16 layar saja, menjadi 49 layar. Sehingga guru bisa memantau dan melihat ekspresi murid saat pembelajaran. Namun, Gusman menyampaikan bahwa untuk bisa melihat 49 layar dengan baik, membutuhkan akses Internet yang cukup kuat. Hal ini mengingat bahwa saat menayangkan video seluruh layar, sebenarnya di saat yang sama mengunduh gambar layar murid satu persatu.
Mengaburkan Latar Belakang
Demi keamanan dan kenyamanan murid selama melaksanakan pembelajaran jarak jauh, Google membuat tampilan layar yang lebih fokus pada tampilan guru dan murid serta mengaburkan latar belakang. Dengan demikian, murid bisa fokus pada tampilan dan ekspresi guru, bukan pada benda-benda yang biasanya terlihat di latar gambar. Penyampaian pembelajaran bisa lebih terfokus.
Papan Tulis Kolaborasi
Saat mendemonstrasikan Google Meet dengan fitur baru, Steven menyampaikan salah satu kekuatan dari aplikasi Google adalah kolaborasi secara virtual. Google Meet saat ini dilengkapi dengan Jamboard, papan tulis yang bisa dikolaborasikan secara virtual oleh guru dan murid. Sehingga, interaksi dua arah antara guru dan murid selama sesi tatap maya pun bisa difasilitasi dengan baik.
Kontrol Moderasi Rapat
Fasilitas Google Meet saat ini juga dilengkapi dengan kontrol moderasi rapat sehingga guru sebagai host atau penyelenggara rapat bisa memegang penuh kendali saat pembelajaran berlangsung. Ardi Nugraha menyampaikan bahwa pengaturan siapa yang bisa membuat dan menyelenggarakan rapat dengan Google Meet harus diatur melalui pengaturan admin. Untuk menghindari siswa menghentikan rapat atau membuat rapat sendiri tanpa diketahui guru, maka akses untuk membuka rapat hanya bisa diberikan kepada guru.
Fasilitas-fasilitas tersebut tersedia pada Google Meet dalam akun GSuite, termasuk GSuite for Education. Jika institusi pendidikan ingin mendapatkan fasilitas yang sama, bisa mendaftar untuk mendapatkan akun GSuite for Education yang prosesnya tidak memakan biaya sama sekali. (TAF)
