YOGYAKARTA, BERNAS.ID ? Sejak tanggal 3 November 2020, kanal Youtube diramaikan dengan tayangan film pendek berjudul Daya. Film garapan sutradara muda Jogja Annisa Hertami, ini mengangkat tema kehidupan di masa pandemi Covid-19.
Dalam film berdurasi 22 menit itu, Annisa mengeksplorasi spot-spot menarik Kota Jogja dari berbagai sudut, terutama di kawasan Kotagede, serta Daya sebagai tokoh utama, yang mesti memendam hasratnya kuliah di S2 karena sedang ada pandemi dan mengurus ibunya yang sedang sakit.
Cerita Daya itu dibumbui dengan drama romansa tentang dirinya bersama Adi. Pasangan kekasih yang baru saja jadian tetapi sudah dihadapkan dengan situasi pandemi yang memaksa keduanya mesti pacaran jarak jauh.
Pada akhirnya, Adi datang ke Jogja dengan segala persyaratan di masa pandemi, seperti berbekal surat rapid test. Ketika mendapat hasil reaktif, Adi langsung menjalani uji usap yang berujung pada hasil negatif Covid-19.
“Film ini memang menjadi cara Dinas Pariwisata Yogyakarta mempromosikan Jogja bisa beradaptasi di masa pandemi. Dalam film, ada detail-detail perilaku protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker ataupun menggunakan cairan pembersih tangan,” terang produser Daya, Yetti Martanti, yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Minggu (8/11/2020).
Ia menjelaskan, film itu menunjukkan bahwa Jogja sudah menerapkan cara-cara protokol kesehatan. Jangkauan pesannya bisa lebih luas, apalagi beredar di media sosial seperti Youtube. Lewat film, diharapkan siapapun yang datang sudah mengerti apa saja yang mesti dilakukan apabila ingin ke Jogja, seperti memiliki surat rapid test.
Sementara itu Annisa Hertami menjelaskan, Daya menjadi suguhan perdananya di dunia film. Dirinya yang sebelumnya lebih banyak berada di depan kamera, kini mencoba beraksi di balik kamera.
“Daya seakan menjadi cara saya membayar hutang budi kepada Jogja,” katanya. (den)
