SLEMAN, BERNAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman telah melakukan berbagai persiapan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember nanti. Salah satunya, melakukan simulasi pemungutan suara dengan penerapan protokol kesehatan, termasuk penyiapan bilik khusus untuk pemilih yang bersuhu di atas 37 derajad.
Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Padukuhan Kadisobo, Trimulyo, Sleman merupakan tahapan yang penting. “Kami pandang penting karena KPU ingin memberi beberapa penekanan. Pertama, simulasi ini bentuk bagian sosialisasi KPU Sleman untuk melaksanakan pemungutan sesuai protokol kesehatan,” jelasnya, Sabtu (22/11/2020).
“Kedua kami juga ingin menyampaikan ke PPK dan PPS, serta KPPS, ke depan akan menggunakan aplikasi rekapitulasi Si Rekap, sebagai alat bantu bagi KPPS selain alat rekapitulasi manual,” imbuhnya.
Trapsi juga mengungkapkan simulasi ini penting karena mempraktekkan detail tahap demi tahap dari pemilih datang sampai selesai mencoblos. “Kita juga melakukan simulasi saat para pemilih datang, antri, jaga jarak, dan sebelum masuk TPS, cek suhu tubuh dan cuci tangan. Setelah itu, pemilih diberikan sarung tangan plastik sekali pakai, kemudian duduk secara berjarak, lalu melakukan pencoblosan di bilik,” paparnya.
“Setelah selesai melakukan pemungutan, melepas sarung tangan sekali pakai dan cuci tangan lagi,” imbuhnya.
Untuk pemilih yang bersuhu tinggi setelah cek suhu, akan mencoblos di bilik khusus yang sudah disediakan. “Kalau bersuhu tinggi di atas 37 derajad, petugas kami akan mengantar pemilih ke bilik khusus. Kita sudah siapkan bilik khusus,” tutupnya. (jat)
