SLEMAN, BERNAS.ID – Dalam sosialisasi kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Wonorejo Pakem Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan pentingnya pemakaian masker di masa pandemi Covid-19. Ia mengajarkan cara pemakaian masker yang menutup rapat hidung, sampai menutup dagu.
“Saya berharap, tanggal 9 nanti, semua akan menaati protokol kesehatan agar tidak beresiko terkena COVID-19. Kalau kita taat terhadap protokol kesehatan, semua akan terkendali,” jelasnya ke warga, Sabtu (5/12/2020).
Calon bupati nomor dua ini mengatakan naiknya angka Covid-19 di Sleman karena kita semua belum patuh, belum menjadi budaya, dan masih dipaksa untuk menaati protokol kesehatan. “Selama ini kan terpaksa makanya ada operasi masker, nanti lama-lama dipaksa akan terbiasa,” ujarnya.
“Masker ini bisa mencegah Corona untuk masuk, tapi ingat Corona juga bisa masuk dengan perantara jari-jari, sehingga dengan masker kita bisa memiliki perisai dan akan aman menutup hidung ketika jari-jari tak sengaja akan memegang hidung,” terangnya.
Untuk itu, ia mengimbau agar memakai masker jika keluar rumah termasuk ke TPS tanggal 9 Desember nanti meski lokasinya ada di lingkungan RT. “Pakai masker keluar rumah dan jaga jarak,” imbaunya.
Terkait KWT, ia menyebut KWT saat ini menjadi penyangga ketahanan pangan di Kabupaten Sleman. “Kita akui mereka ini kecil, tetapi terus bergerak dan bekerja, tidak hanya untuk keluarganya tetapi lingkungannya,” katanya.
“Oleh karena itu, setiap kelompoknya kita ajari agar menjadi entrepreneur, petani yang tidak pernah rugi dan terus untung. KWT itu tidak hanya urusan tanam menanam, kita ajari menjadi pengusaha, mula-mula dari UMKM,” imbuhnya.
Muslimatun menyatakan akan mempermudah berwirausaha di Sleman, mulai dari lisensi dan registrasi. “Ini penting karena Pemerintah Kabupaten Sleman akan bisa memfasilitasi,” ucapnya.
“Kita modali 100 juta per tahun untuk satu dusun yang disesuaikan dengan potensi masing-masing di bawah kepemimpinan Pak Dukuh,” lanjutnya.
Ia juga punya rencana untuk membuat Cakrukpreneur, yang mirip Balai Seni dan Budaya. “Nanti bisa kumpul di situ, bertukar pikiran sehingga akan tumbuh wirausaha-wirausaha. Tidak usah pergi jauh-jauh, akan difasilitasi WiFi sehingga bisa belajar di sana,” katanya.
Sedangkan, Mbah Joyo, pelaku peternak kambing etawa mengatakan dirinya pernah berbincang dengan Muslimatun untuk rencana meningkatkan peternak kambing etawa di Sleman. “Situasi geografis Sleman sangat strategis sekali untuk peternakan bibit unggul Kambing Etawa. Nilai konsumsinya sangat tinggi, misal untuk susu kambing dan kambing kontes,” tuturnya.
“Semoga apa yang diinginkan beliau terkabul dan nanti saya akan mendukungnya karena saya sebagai peternak ingin mewujudkan budidaya kambing etawa unggul di Sleman,” tutupnya. (jat)
