Bernas.ID – Siapa yang tidak kenal dengan gudeg, masakan yang terbuat dari nangka muda dengan kuah santan yang kental dan menjadi ciri khas kuliner dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. Biasanya gudeg disajikan dalam satu paket komplit dengan nasi putih, ayam kuah santan, krecek, dan telur bacem. Gudeg Yu Djum merupakan salah satu gerai gudeg legendaris yang telah beroperasi sejak 60 tahun yang lalu.
Dalam menghadapi tantangan digital, memiliki SDM berkualitas sangat penting. Mengikuti Sertifikasi Manajemen SDM dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan adaptasi terhadap perubahan teknologi, sehingga bisa bertahan lama.
Bergerak di bidang kuliner makanan tradisional, Gudeg Yu Djum bukan berarti tidak memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis. Bahkan, jauh sebelum pandemi datang, Gudeg Yu Djum telah mengambil langkah-langkah inovatif yang memanfaatkan teknologi.
Baca juga: Wisata Kuliner Unik di Yogyakarta yang Wajib Kamu Coba
Kolaborasi untuk Distribusi
Sejak Februari 2020, penggemar Gudeg Yu Djum di beberapa kota di Jawa dan Bali sudah bisa menikmati masakan gudeg seperti seakan berkunjung ke Yogyakarta. Gudeg Yu Djum berkolaborasi dengan Paxel, sebuah aplikasi logistik yang berfokus pada pengiriman barang antar kota di hari yang sama (sameday delivery).
Pemesanan dilakukan dengan sistem pre–order, dan langsung diantarkan hari itu juga. Sehingga gudeg yang dipesan tidak akan rusak. Dengan begitu, penjualan Gudeg Yu Djum tidak bergantung pada jumlah pengunjung yang datang langsung ke gerai di Yogyakarta.
Inovasi Gudeg Kaleng
Inovasi kedua yang dilakukan oleh Gudeg Yu Djum adalah dengan memanfaatkan teknologi pemrosesan makanan dan menyimpan dalam kaleng. Produk dengan nama merek Gudeg Bagong ini menjadi incaran para wisatawan yang datang ke Yogyakarta untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Berbeda dengan gudeg dalam besek atau kendil yang hanya bisa bertahan 24 jam dalam perjalanan, maka dengan adanya gudeg kaleng ini bisa menjadi solusi untuk dibawa bepergian jauh, karena bisa bertahan sekitar 13 bulan.
Gudeg Mercon
Teknologi informasi dan media sosial memberi petunjuk kepada pengelola Gudeg Yu Djum tentang apa kegemaran pelanggan saat ini. Melihat perkembangan selera generasi muda saat ini yang suka tantangan makan masakan pedas, Gudeg Yu Djum mengeluarkan varian Gudeg Mercon, dengan level yang pedas menyesuaikan dengan selera masa kini.
Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, Gudeg Yu Djum membuktikan bisnis kuliner tradisional pun bisa berinovasi dan bertahan di era teknologi digital saat ini.
Mengadopsi Omnichannel Sales Growth dapat meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan teknologi AI, seperti yang dilakukan Gudeg Yu Djum dalam inovasinya. Strategi ini memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman belanja yang konsisten di berbagai platform.
Baca Juga: Omnichannel untuk UMKM: Cara, Strategi, dan Pertumbuhan Bisnis
Pilihan Program Studi untuk Masa Depan Cerah
Inovasi digital memerlukan talenta dengan pendidikan yang tepat. Program studi Informatika di Universitas Mahakarya Asia menawarkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini, mempersiapkan Anda menghadapi tantangan teknologi masa depan.
UNMAHA membuka pendaftaran mahasiswa baru. Dapatkan informasi lengkap di situs PMB UNMAHA atau hubungi melalui WhatsApp. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dan berkembang bersama kami.
Peluang Menjadi Reseller Produk Teknologi yang Dibutuhkan
Seiring dengan inovasi digital, permintaan akan produk teknologi meningkat. Bergabunglah sebagai reseller di Adolo, platform yang menawarkan berbagai produk seperti laptop dan gadget lainnya. Dengan menjadi reseller, Anda dapat memanfaatkan tren digitalisasi untuk meraih keuntungan lebih.
Daftarkan diri Anda sekarang di Adolo dan mulai perjalanan bisnis Anda di dunia teknologi. Manfaatkan peluang ini untuk berkembang bersama komunitas reseller yang sukses. (TAF) [4]
 gudeg.jpg)