Bernas.id – Komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam mewujudkan transformasi pendidikan bukan hanya mengembangkan kompetensi guru saja, tetapi juga pada pendampingan sekolah. Hal ini terlihat pada peluncuran Merdeka Belajar Episode 7: Program Sekolah Penggerak, yang dilaksanakan melalui kanal Youtube Live pada 1 Februari 2021.
Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam pemaparannya menegaskan beberapa kali bahwa program sekolah penggerak ini bukan program sekolah unggulan. Program Sekolah Penggerak ini merupakan program yang bertumbuh, di mana saat ini akan menjangkau 2500 sekolah yang berada di 34 provinsi dan 111 kabupaten/kota hingga akhirnya nanti di 2025 akan menjangkau 40.000 satuan pendidikan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Nadiem menyatakan ada 5 kriteria Sekolah Penggerak, berikut:
1. Kemauan yang Besar
Nadiem juga menegaskan bahwa setiap sekolah bisa menjadi sekolah penggerak, namun kriteria pertama untuk menjadi Sekolah Penggerak adalah kemauan dari sekolah yang bersangkutan beserta seluruh stakeholder di dalamnya untuk melakukan transformasi pendidikan dengan potensi hasil yang luar biasa untuk murid-muridnya. Transformasi berupa perubahan yang berat dan menantang.
2. Fokus pada Murid
Nadiem juga memberikan petunjuk gambaran untuk bisa menjadi Sekolah Penggerak. Selain ada kemauan yang kuat dari pemimpin sekolah dan seluruh stakeholder, Sekolah Penggerak akan menomorsatukan murid dan memfokuskan seluruh kegiatan sekolah untuk perkembangan murid.
3. Prioritas Peningkatan Mutu Pembelajaran
Sekolah Penggerak adalah sekolah yang memprioritaskan anggarannya untuk peningkatan mutu pembelajaran, seperti melakukan pengembangan kompetensi tenaga pendidik, memberikan kesempatan untuk saling berbagi praktik baik, menyediakan fasilitas belajar seperti media bahan ajar dan perangkat teknologi.
4. Kepala Sekolah sebagai Coach
Di Sekolah Penggerak, Kepala Sekolah akan berperan sebagai coach atau pembimbing bagi para guru, yang aktif masuk ke kelas dan melakukan observasi, memberikan umpan balik yang menggali dan membangun potensi guru dalam mengembangkan pembelajaran.
5. Guru Sebagai Teman Bertumbuh
Sementara itu, guru-guru di Sekolah Penggerak akan berperan sebagai teman bagi guru lain untuk bertumbuh, saling masuk ke kelas satu sama lain melakukan observasi dan memberikan umpan balik. Para guru yang saling berdiskusi dan berkolaborasi dalam menyajikan pembelajaran yang bermakna untuk murid.
Nah, siapkah menjadi Sekolah Penggerak? Kepala Sekolah diminta untuk segera mendaftar sebelum 6 Maret 2021. (TAF)
