SLEMAN, BERNAS.ID – Sejumlah negara mulai mempersiapkan diri dengan kedatangan gelombang kedua Covid-19 agar tidak terjadi seperti di India. Kejadian itu juga menimbulkan kepanikan di masyarakat. Sikap masyarakat mulai lengah dan abai menerapkan protokol kesehatan (prokes) menjadi pemicu ledakan kasus Covid-19.
Diketahui, Indonesia saat ini masih berada di gelombang pertama Covid-19. Namun, langkah antisipatif perlu segera dilakukan untuk mencegah badai gelombang kedua Covid-19. Sebab, gelombang kedua memiliki skala 3 kali lebih luas dan besar dibandingkan gelombang pertama terkait penyebaran infeksi dan kematian.
Kepala Pusat Penjaminan Mutu Eksternal (PME) LP3M UPNVY, Dr Puji Lestari, MSi mengatakan, peran humas pemerintah dan korporat sangat penting untuk mengantisipasi gelombang kedua Covid-19. “Salah satu hal penting adalah membangun narasi positif, sebagi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, tentang masih perlunya melaksanakan prokes walaupun jumlah infeksi Covid-19 sedang menurun,” tuturnya di sela-sela Kegiatan Asesmen Lapangan untuk Prodi Humas Jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fisip UPNVY, beberapa waktu lalu.
“Informasi yang disampaikan harus benar, akurat, berdasarkan data, dan mudah diterima. Sebab, salah satu kunci penting dalam melawan wabah Covid-19 bukanlah isolasi tapi informasi,” imbuhnya.
Puji meyakini strategi komunikasi yang tepat dan informasi yang benar dapat menyelamatkan korban jiwa. “Penyampaian pesan dengan konten yang empatif dapat menjadi edukasi kepada masyarakat sehingga akan membangun trust dan citra persepsi positif, sekaligus memerangi hoaks agar tidak menimbulkan kepanikan dan multitafsir di tengah masyarakat saat pandemi Covid-19,” bebernya.
“Kompetensi praktisi humas dari Humas Pemerintah dan Korporat harus ditunjukkan pada masa sekarang ini,” katanya.
Menurutnya, humas secara efektif juga harus mengkomunikasikan kepada masyarakat tentang aturan dan imbauan seperti disiplin memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menyemprotkan hand sanitizer, mencegah kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas, serta interaksi.
“Untuk itu, Humas perlu mengoptimalkan teknologi digital dan media sosial karena memiliki peranan yang strategis dalam mendiseminasikan informasi positif, benar, akurat, dan meneduhkan secara kreatif, inovatif, dan efektif,” pungkasnya. (jat)
