Bernas.id – Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang berasal dari Indonesia yang digunakan oleh banyak masyarakat. Bahkan, bahasa Jawa juga sudah menjadi bahasa percakapan sehari-hari di Negara Suriname. Tidak jarang, orang Indonesia atau orang luar negeri menggunakan Google Translate Jawa Indonesia untuk mengerti kosa kata Jawa.
Sayangnya, mesin penerjemah secanggih Google Translate pun masih terdapat kesalahan terjemah dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Perbedaan interpretasi bahasa ini dapat buat Anda ngakak!
Barangkali jika Anda orang Jawa yang membaca hasil terjemahan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dalam artikel ini akan membuat setiap orang Jawa tertawa terpingkal-pingkal.
Seperti apakah kesalahan Google Translate Jawa Indonesia itu? Mari simak kesalahan-kesalahan terjemahan Google Translate yang bikin ngakak berikut ini!
Baca juga: Ternyata, Orang Indonesia Adalah Inspirasi Mengapa Google Translate Dipermak.
10 Kesalahan Google Translate Jawa Indonesia Bikin Tertawa
Bersiap-siaplah karena mungkin perut Anda akan terpingkal-pingkal karena kesalahan terjemahan bahasa Jawa menjadi bahasa Indonesia versi Google Translate. Jika Anda khawatir tertawa hingga ingin pipis di celana, sebaiknya bacalah kesalahan terjemahan berikut ini di dekat toilet.
1. Aku Njegur Kali
Terjemahan yang benar dari kalimat dari 'aku njegur kali' adalah saya terjun ke sungai atau saya masuk ke sungai. Sayangnya, Google Translate masih keliru menerjemahkannya. Google malah mengartikannya 'aku menyeberangi sungai'. Padahal, bahasa Jawa yang benar dari terjemahan itu adalah 'aku nyebrang kali'.
Nah, sebaiknya Anda jangan marah ketika main ke sungai dengan orang Jawa dan menceburkan Anda ke sungai. Soalnya, ketika mereka mengajak Anda 'njegur kali' sama artinya berbeda dengan ajakan menyeberangi sungai.
2. Aku Njegur
Hasil terjemahan Google Translate dari kalimat bahasa Jawa yang satu ini mampu membuat pikiran Anda lebih dewasa. Pasalnya, arti dari kalimat 'aku njegur' adalah saya menceburkan diri, bukan aku mendesah.
Hati-hati karena kesalahan terjemahan itu nantinya dapat membuat Anda berpikir orang Jawa terlalu fulgar atau berpikiran jorok ketika bilang 'aku njegur'. Salah mengartikan bahasa Jawa versi Google Translate ini jangan sampai Anda ikuti, ya.
3. Sikilku Kepidak
Nah, kalau hasil terjemahan Google Translate beda jauh maknanya. 'Sikilku kepidak' memiliki arti yang berbeda dengan 'kaki gemetar'. Kata 'kepidak' memiliki arti 'tidak sengaja terinjak'. Makanya, yang lebih tepat terjemahannya adalah kakiku terinjak.
Sedangkan gemetar dalam bahasa jawa adalah 'ndredek'. Jadi, kakiku gemetar bila diterjemahkan ke bahasa Jawa yaitu 'sikilku nderek'.
Baca juga: Ini 6 Manfaat Tersembunyi Google Translate yang Jarang Kita Ketahui.
4. Aku Dikeloni
Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tahu apa arti kata 'dikeloni'. Namun, hal ini tidak berlaku pada Google Translate yang memiliki kesalahan dalam menerjemahkannya. 'Aku dikeloni' diartikan sama dengan 'saya mengikuti'. Padahal arti yang tepat adalah saya ditemani tidur bersama atau di-nina bobo (untuk anak kecil).
5. Kelekku Mambu
'Kelekku mambu' memiliki terjemahan yang tepat yakni ketiakku bau. Namun, kalau Anda bertanya kepada Google Translate tidaklah demikian terjemahan bahasa Indonesianya.
Google malah mengartikannya menjadi 'lututku bau'. Jelas sangat berbeda antara ketiak dan lutut. Dalam bahasa Jawa, lutut dibahasakan dengan 'dengkul'.
6. Kejengkang
Kesalahan arti kata 'kejengkang' juga ada pada Google Translate. Kata bahasa Jawa yang berarti terjungkir ke belakang ini malah diartikan Google menjadi kekejangan. Semisal Anda mempunyai teman mengucapkan kata 'kejengkang', maka jangan sampai mengikuti hasil terjemahan Google Jawa-Indonesia, ya.
7. Ngentut
Kata yang tidak disukai ketika seseorang mengeluarkan bau tidak sedap dan cenderung berbau busuk ini memiliki terjemahan yang berbeda di mata Google. Kata 'Ngetut' memiliki arti yang sama dengan kata kentut dalam bahasa Indonesia.
Sayangnya, Google Translate salah menerjemahkannya dengan kata menuntut. Dalam kaidah bahasa Jawa, kata menuntut lebih dekat dengan kata 'ngoyok' atau mendesak orang lain untuk melakukan sesuatu.
Baca juga: Seorang YouTuber Bikin Lagu Pakai Google Translate! Hasilnya Kok Asyik Ya?
8. Nguyuh
Kata 'nguyuh' seharusnya lebih tepat diterjemahkan dengan kata pipis atau buang air kecil. Hanya saja, Google Translate keliru menerjemahkannya dengan kata kandung kemih'
Sekilas memang ada kaitannya, tapi kandung kemih adalah tempat penyimpanan sementara air seni di dalam tubuh. Sedangkan 'nguyuh' adalah aktivitas mengeluarkan air seni dari kandung kemih.
9. Geger
Ketika Anda mendengar kata 'geger' dari lisan orang Jawa dengan intonasi tinggi, maka artinya bukanlah kembali seperti rekomendasi terjemahan dari Google Translate. Arti yang sebenarnya dari kata itu adalah heboh yang cenderung ke arah keributan atau pertengkaran.
Namun, orang Jawa juga mengartikan 'geger' sebagai punggung. Untuk membedakan penggunaan kata tersebut, Anda juga harus memahami konteks pembicaraan orang Jawa terlebih dahulu.
10. Wayuh
Nah, yang bikin ngakak adalah hasil translasi Google Translate terkait kata 'wayuh' yang berati ayolah. Padadal, kata 'wayuh' merupakan kata yang sangat sensitif untuk wanita yang sudah menikah. Terlebih bila kata itu diucapkan oleh sang suami.
Kata 'wayuh' memiliki makna poligami. Nah, pantas saja seorang istri tidak menyukai bila sang suami berucap 'wayuh'. Mungkin Google Translate lebih mengenali kata 'wayuh' sebagai kata plesetan dari kata ayo.
Baca juga: Google Translate vs Microsoft Translator, Mana yang Lebih Canggih?
Itulah 10 kesalahan Google Translate bahasa Jawa ke Indonesia yang harus Anda perhatikan. Barangkali masih banyak lagi kesalahan terjemahan kata atau kalimat Jawa ketika Anda menerjemahkannya via Google. Jangan terlalu percaya hasil terjemahan Google, ya!
