SLEMAN, BERNAS.ID – Masyarakat kini nyatanya menjadi mudah marah di tengah Pandemi Covid-19. Psikolog menyebut bahwa saat ini masyarakat berada di pada fase kekecewaan.
Psikolog, Dr Diana Setiyawati mencontohkan bukti masyarakat mudah marah saat banyak warga yang marah saat terjaring razia di pos penyekatan. Belum lama ini viral video di media sosial, pemudik marah di titik penyekatan karena diperintah putar balik.
“Secara umum, masyarakat saat ini berada dalam fase kekecewaan sebagai respon psikologis bencana. Penuh dengan kekecewaan dan bertanya-tanya kapan pandemi akan berakhir,” jelasnya, Sabtu (23/5/2021).
Ia menyebut kelelahan akibat pandemi Covid-19 membuat manusia tidak rasional. “Masyarakat menjadi sangat sensitif di masa saat ini. Ditambah adanya pembatasan mobilitas termasuk larangan mudik dan penyekatan di setiap perbatasan wilayah,” ujarnya.
“Pembatasan dan penyekatan membuat ruang gerak manusia sebagai mahkluk sosial untuk terhubung secara langsung semakin terbatas,” imbuhnya.
Baca Juga : Viral Video Kurir Dimarahi, Asperindo: Keluhan dengan Makian Tidak Dibenarkan
Lanjut tambahnya, meski sebagian orang mampu beradaptasi melakukan komunikasi secara digital, ada banyak orang tidak mampu beradaptasi dengan cara tersebut, misalnya orangtua di kampung. “Sudah dua kali Lebaran tidak bisa mudik, sementara perasaan ingin bertemu keluarga sangat kuat,” ucapnya.
Menurut Diana, kondisi saat ini sangat bisa dimaklumi dan dipahami jika masyarakat mudah marah karena situasi saat ini terasa menyakitkan bagi mereka. “Masyarakat sudah lelah terhadap pandemi dan hasrat untuk bertemu tanpa ada syarat menjadi sangat besar,” katanya.
Diana menyebut tak mudah untuk mengobati kekecewaan di masyarakat karena pandemi ini. “Penyelesaian tidak cukup dilakukan pada level mikro dengan melakukan manajemen emosi melalui peningkatan spiritualitas dan literasi terkait kondisi pandemi ke masyarakat.
“Marah karena kesulitan ekonomi itu tidak mudah diobati. Ini memang sulit sehingga pada akhirnya harus kembali ke keluarga. Semangat yang harus dikedepankan saat ini adalah gotong royong untuk saling meringankan beban,” tuturnya. (jat)
