YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sebanyak 165 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Kota Yogyakarta menggelar assesmen standarisasi pendidikan daerah (ASPD) pada Senin (24/5/2021) pagi. ASPD pengganti Ujian Nasional (UN) ini dilangsungkan secara tatap muka selama tiga hari ke depan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Pada hari pertama ini, murid mengikuti ASPD mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sementara besok yang diujikan Matematika, dan di hari terakhir mata pelajaran IPA.
Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Asrori menjelaskan, ada sebanyak 7.300 lebih murid kelas VI yang mengikuti pelaksanaan ASPD di Kota Yogyakarta. Sebelum pelaksanaan, pihaknya juga telah melakukan verifikasi sebanyak tiga kali sebelum melaksanakan kegiatan itu, hingga bisa disimpulkan bahwa sejumlah sekolah telah siap menggelar ASPD secara tatap muka.
“Mulai dari Maret dan April sudah kami lakukan verifikasi. Kemudian dari sisi protokol kesehatan juga sudah memenuhi syarat dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap sekolah juga wajib memenuhi fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan lain sebagainya. Di samping itu, dalam setiap ruangan kelas sekolah juga membatasi jumlah murid sebanyak 10-12 murid.
“Murid juga mesti diantar oleh orang tua dan wali saat ke sekolah. Mereka langsung menuju ruang kelas dan saat pulang langsung menuju kendaraan penjemputan. Jadi dengan begitu kami pikir sudah aman semuanya,” kata Budi.
Terkait pengumpulan dokumen ASPD dan pengambilan soal pihaknya juga telah membagi sekolah ke dalam beberapa bagian. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kerumunan saat pengambilan soal dan juga pengumpulan dokumen ASPD.
Baca juga : Begini Suasana ASPD Tatap Muka di SMP Jogja
Kepala Sekolah SDN Lempuyangwangi, Esti Kartini menyatakan, di sekolahnya ada sebanyak 84 siswa yang mengikuti ASPD di sembilan ruangan. Pihaknya membagi sebanyak 5-10 murid di tiap-tiap ruang kelas.
“Jadi ada 10 murid untuk tujuh ruangan, sembilan murid di satu ruangan dan lima murid lainnya di ruangan satu lagi,” katanya.
Esti menyebut, di hari pertama ini semua siswa hadir dan ASPD berjalan dengan lancar. Tidak ditemui kendala yang menonjol saat ASPD berlangsung. Begitu juga dengan penerapan protokol kesehatan di lingkup sekolah, para guru dan karyawan dipersiapkan untuk memantau murid ketika ASPD berlangsung.
“Untuk prokes kami sudah menjaga dengan optimal sejak murid masuk ke sekolah. Ada guru fasilitator yang ikut serta mengawasi murid,” imbuhnya.
Guna meminimalisir kerumunan saat murid pulang, sekolah menerapkan layanan pemanggilan dan penjemputan. Ketika jam pulang, murid masih diwajibkan diam di kelas masing-masing sampai nama mereka dipanggil untuk langsung menuju kendaraan jemputan.
“Masuk dan keluarnya juga beda jalur,” tandasnya. (den)
