SLEMAN, BERNAS.ID – Klaster Covid-19 tingkat padukuhan kembali muncul di Kabupaten Sleman. Kali ini terjadi di Padukuhan Plosokuning V, Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Sleman.
Camat Ngaglik, Subagyo mengatakan klaster berasal dari 7 anggota keluarga setempat yang positif Covid-19. Setelah tracing swab massal beberapa rumah (1 RT) di sekitarnya ditemukan 5 warga positif Covid-19. “Sebanyak 11 warga yang positif sudah dibawa ke Rusunawa Gemawang,” jelasnya, Rabu (9/6/2021).
Ia mengatakan, saat ini Padukuhan Plosokuning V tidak menetapkan lockdown, tetapi dilakukan pembatasan akses masuk. “Tidak lockdown. Pintu-pintu atau gang-gang kecil ditutup, hanya diberi akses jalan masuk satu,” katanya.
Untuk itu, Subagyo mengimbau agar warga disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Imbauan, kegiatan di masyarakat mesti harus protokol kesehatan dilaksanakan. Kalau tidak, ya tidak akan selesai-selesai,” imbuhnya.
Baca Juga Muncul Dua Kluster Padukuhan, Sultan Menegur Pemkab Sleman
Kepala Bidang Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinkes Sleman, Novita Krisnaini membenarkan adanya klaster di Padukuhan Plosokuning V. Ia menyebut memang ada pembatasan sosial di padukuhan tersebut.
“Kita lakukan 3 T, treatment, tracing, dan testing. Untuk treatment, yang positif harus ditindaklanjuti harus isolasi. Gejala berat dan sedang ke rumah sakit,” ujarnya.
Untuk yang gejala ringan, Novita menyebut akan melakukan isolasi mandiri (isoman) dengan syarat ada kamar mandi sendiri atau ke shelter. “Isoman harus ketat agar tidak bercampur dengan yang sehat,” katanya.
Ia mengungkapkan, ketika menemukan 1 kasus positif Covid-19 maka dalam waktu 1 x 24 jam, harus sudah mampu mengorek, orang yang positif Covid-19 bertemu dengan siapa saja. “Dua hari sebelum bergejala sampai hari ini, ketemu dengan siapa saja. Lalu, 2×24 harus sudah mampu menemukan orang-orang kontak erat tadi. Kemudian, 3×24 jam, orang-orang kontak erat yang diidentifikasi harus sudah diperiksa, baik itu antigen atau PCR,” jelasnya.
Yuli Hamida, Kepala Puskesmas Ngaglik Sleman mengkonfirmasi pihaknya sudah melakukan testing dengan swab massal pada hari Selasa (8/6/2021). “Kemarin sudah swab massal kepada 102 warga dan hasilnya belum keluar. Pertama kali keluarga itu bergejala batuk dan pilek pada hari Senin 7 Juni. Setelah dilakukan rapid antigen, semuanya positif,” katanya. (jat)
