Dalam menjalankan sebuah toko, tentu saja Anda memerlukan keahlian dalam pengelolaan stock opname yang tepat. Perhitungan persediaan fisik tersebut sangat diperlukan agar Anda bisa menentukan tepatnya berapa banyak stok barang di gudang.
Meskipun seringnya dilakukan pada akhir tahun, ada baiknya bila perhitungan ini dilakukan setiap tiga bulan sekali agar gudang lebih tertata. Namun, hal ini biasanya kembali lagi pada seberapa banyak barang yang ada dan seberapa besar risikonya.
Apakah Anda sudah memahami dengan benar apa itu stock opaname beserta tujuan, jenis, dan prosesnya? Kalau belum, Anda berada di tempat yang tepat karena artikel ini akan menjelaskan secara singkat mengenai hal ini.
Baca juga: 3 Cara Membeli Saham Bagi Pemula dengan Mudah
Tujuan Stock Opname

Tujuan stock opname (foto: pembukuandanpajak)
Sering kali, perhitungan stok barang ini diabaikan dan dirasa merepotkan. Padahal, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghindari adanya selisih antara pembukuan dan persediaan barang fisik.
Tidak jarang, terjadi kesalahan dalam pencatatan barang masuk atau ada juga transaksi yang terlewatkan. Hal tersebut tentu akan cukup mengacaukan pendataan sehingga biaya yang dikeluarkan pun melebihi anggaran.
Dengan rutin menghitung persediaan fisik, Anda dapat mengecek apakah catatan pembukuan perusahaan sudah benar dan sesuai dengan jumlah barang di gudang atau tidak. Jika memang terjadi selisih, perusahaan pun dapat segera mengambil kebijakan untuk mengatasi hal tersebut sebelum terlambat.
Baca juga: Rekomendasi Aplikasi Stock Opname Gratis untuk Manajemen Bisnismu
Jenis Stock Opname
Ada tiga jenis metode penghitungan barang fisik yang bisa Anda terapkan dalam menjalankan suatu usaha, yaitu periodic stock verification, annual stock opname, dan daily stocktaking.
1. Periodic Stock Verification
Periodic stock verification ini merupakan jenis perhitungan stok barang yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu, biasanya setiap tiga bulan atau enam bulan sekali.
Metode ini lebih cocok diaplikasikan oleh usaha yang menjual barang-barang berharga atau barang yang mudah rusak. Tidak hanya ketersediaan jumlah produk, keadaan fisiknya juga perlu dicatat untuk memeriksa berapa banyak produk dalam kondisi baik, rusak, maupun lecet.
Baca juga: 6 Langkah Belajar Investasi dan Trading Saham dari Nol
2. Annual Stock Opname
Apabila produk tersebut tidak mudah rusak, Anda bisa melakukan perhitungan stok sekali dalam setahun. Biasanya, kegiatan tersebut dilakukan sebelum laporan tutup buku tahunan, yaitu di akhir bulan menjelang pergantian tahun.
3. Daily Stocktaking
Jenis perhitungan stok manual satu ini lazim diterapkan di minimarket. Tujuannya agar laporan pencatatan harian dan persediaan fisik di gudang akurat setiap waktu sehingga potensi kerugian dapat diminimalisir. Tidak jarang, beberapa usaha melakukan pemeriksaan stok sehari dua kali, yaitu sebelum membuka dan menutup toko.
Baca juga: Mengenal Trading Saham dan Cara Jitu Jadi Trader Handal
Cara Membuat Stok Opname

Menghitung stok barang fisik (foto: hellobill)
Laporan hasil penghitungan stok bisa dibuat secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel. Selain itu, terdapat juga berbagai jenis aplikasi untuk mencocokkan jumlah stok fisik dan pembukuan, baik di ponsel maupun komputermu.
Dalam proses perhitungan barang fisik ini sendiri, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memudahkan prosesnya, yaitu:
1. Pisahkan antara stok barang lama dengan barang yang baru masuk.
2. Cek jumlah dan kondisi barang secara manual sehingga tidak ada kerancuan dalam data.
3. Catat barang-barang yang sudah tidak layak konsumsi atau mengalami kerusakan.
4. Tandai barang-barang yang sudah dihitung.
Baca juga: 7 Cara Main Saham Bagi Investor Pemula dengan Mudah
Proses Stok Opname

Mencocokkan data dan barang fisik (foto: galaxyinteraktif)
Proses penghitungan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap persiapan, dan tahap stock opname.
1. Tahap Awal
Langkah ini biasanya dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Pada tahapan ini, orang gudang lebih banyak bekerja berdasarkan instruksi dari pemilik usaha. Secara garis besar, tugas mereka adalah merapikan barang, melengkapi stok degan barcode, dan menyiapkan stiker untuk memberi tanda.
Baca juga: 4 Cara Menghitung Harga Saham Per Lembar Agar Tidak Terkecoh
2. Tahap Persiapan
Pada tahapan ini, pemilik usaha akan memanggil seluruh tim untuk briefing, biasanya dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan perhitungang barang. Selain itu, staf gudang juga ditugaskan untuk menyelesaikan proses input dan menghentikan mutasi barang hingga selesainya proses stock opname.
Baca juga: 4 Cara Akurat untuk Menentukan Support dan Resistance Harga Saham
3. Tahap Stock Opname
Sebelum melakukan perhitungan barang fisik, pastikan semua transaksi telah terinput. Selain itu, print semua data pembukuan stok dan bagikan kepada tim yang melakukan perhitungan. Lalu dimulailah proses penghitungan.
Semua stok yang telah dihitung hendaknya diberi stiker untuk menghindari penghitungan ganda. Setelah itu, hasil penghitungan disalin ke Ms. Excel lalu dibandingkan dengan program pembukuan untuk memeriksa adanya selisih stok atau salah hitung.
Baca juga: 9 Perusahaan Consumer Goods Terbaik di Indonesia dengan Nilai Saham Terbesar
Demikian penjelasan singkat mengenai stock opname. Dengan informasi ini, Anda diharapkan dapat meminimalisir kerugian karena stok yang berlebih atau kurang dari data yang ada. Semoga bermanfaat!
