SLEMAN, BERNAS.ID – Kabupaten Sleman menghasilkan sampah sehari sebanyak 600 ton. Sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul sebanyak 230 ton. Nantinya, di tahun 2022 TPST Piyungan akan ditutup.
Untuk itu, Kabupaten Sleman mulai menggiatkan TPST 3R (Reduce Reuse Recycle) guna mulai mengurangi sebanyak-banyaknya sampah yang dihasilkan di Sleman. TPST 3R saat ini mampu melakukan pengurangan sampah per hari 151 ton. Untuk sisa sampah lainnya, masih bisa dikurangi dan diolah di pedesaan-pedesaan.
Dwi Anta Sudibya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman mengatakan di Kabupaten Sleman memiliki 25 TPST 3R. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk menambah karena tergantung dari antusiasme masyarakat Sleman. “Kalau ada masyarakat yang antusias, kami siap membuat TPST 3R. 1 TPST 3R itu investasi 600 juta,” tuturnya, Senin (18/10/2021).
“Sleman sudah ditarget untuk bisa mengurangi sebanyak-banyaknya melalui TPST 3R,” imbuhnya.
Baca Juga Harus Ada Solusi Alternatif bagi TPST Piyungan yang Kini Tutup Lagi
Dwi mengatakan untuk menghilangkan residu sampah dari Kabupaten Sleman, setiap TPST 3R akan dilengkapi dengan incinerator, alat pembakar sampah. “Semua peralatan akan kita penuhi sampai pengolahan terakhir di tahun 2022. Kita benar-benar Zero Waste,” ujarnya.
“Di Sleman, kami akan mendorong pengurangan sampah dengan pemberdayaan masyarakat dan hal itu bisa mengurangi membayar ke Piyungan, lalu uangnya bisa diberikan ke masyarakat di TPST 3R,” imbuhnya.
Selain TPST 3R, Dwi menyebut Kabupaten Sleman berencana akan membangun TPST pengomposan skala besar di Tambak Boyo, Depok, Sleman. Ia juga menyampaikan bahwa Sleman juga akan membuat TPST seluas 1,5 hektar di Minggir Sleman dengan kapasitas 60 ton sehari.
“Kami baru siapkan DED, ijin kajian lingkungan, dan ijin penggunaan tanah kas desa. Kami akan minta bantuan Pemerintah Pusat karena inventastasi 28 milyar rupiah,” tuturnya.
Pemkab Sleman hari ini memberikan hibah sarana dan prasarana kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) di TPS3R Brama Muda, Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Hibah berupa motor roda 3 untuknsebanyak 4 buah, mesin jahit 15 buah, timbangan sebanyak 11 buah, dan 3 pengolahan sampah dengan black soldier fly.
Bupati pun menghimbau kepada warga Sleman untuk melakukan pengelolaan sampah mandiri dimulai dari keluarga. Sampah anorganik dikelola bank sampah dan sampah organik dikelola dengan pembuatan kompos rumah tangga. “Harapannya, dimulai dari RT, RW, Padukuhan bergerak bersama agar sampah menjadi lebih berguna dan menjadi nilai tambah keluarga,” tukasnya. (jat)
