Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Kodim 0734 Kota Yogyakarta Gandeng LPMK dan PDAM, Wujudkan Kota Aman dan Sehat

    May 20, 2026

    Prof Laksanto Ungkap Konsep ODR Penyelesaian Sengketa dalam PKPA KAI-Unbor

    May 20, 2026

    DNA Tak Cocok, Kasus “Jenazah Bukan Ayah” Naik Penyidikan di Polres Jakbar

    May 20, 2026

    Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Serukan Perdamaian Dunia

    May 20, 2026

    Imigrasi Palu Gelar Upacara Harkitnas Ke-118

    May 20, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Budaya»Sumbu Filosofi DIY Terus Digaungkan
    Budaya

    Sumbu Filosofi DIY Terus Digaungkan

    Deny HermawanBy Deny HermawanOctober 3, 2021No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dinas Kebudayaan DIY, melalui Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi terus berupaya mensosialisasikan penanda sumbu filosofi kepada masyarakat Yogyakarta. Sosialisasi dilakukan kepada masyarakat di 11 kelurahan dari Kelurahan Gowongan di kawasan Tugu hingga masyarakat Kalurahan Panggungharjo, atau sekitar Kandang Menjangan Krapyak.

    “Hanya 11 kelurahan atau kalurahan yang masuk kawasan sumbu filosofi hanya di situ. Kita belum masuk ke kawasan Imogiri atau makam raja-raja Mataram yang juga masuk sumbu filosofi,” kata Kepala Seksi Edukasi, Humas, Monitoring dan Evaluasi Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi, Dinas Kebudayaan DIY, Yohannes, Minggu (3/10/2021).

    Yohanes mengatakan, konsep sumbu filosofi sebenarnya sudah ada sejak awal, jauh sebelumnya, atau sejak pangeran Mangkubumi. Hanya untuk maju ke DIY sebagai warisan dunia yang diakui UNESCO nanti itu harus ada penamaan yang lebih bisa diterima oleh mereka masyarakat Barat sekaligus tidak asing oleh masyarakat Jawa. Masyarakat Barat tidak mengenal filosofi. Sedangkan masyarakat Jawa juga belum banyak tahu mengerti cosmology axis atau sumbu filosofi.

    “Sehingga ini menjembatani, kenapa namanya sumbu filosofi menjadi jembatan antara UNESCO dengan pemahaman dunia barat yang tidak mengerti filosofi dengan masyarakat kita yang tak ngerti kosmologi. Maka kita keluarkan itu. Karena menjadi nama baru tentu kita harus mengenalkan masyarakat meski tata nilai sudah ada dari dulu. Paraning dumadi nyawiji greget sungkuh ora mingkuh itu sesuatu sudah ada. Anak muda sekarang tak kenal kita kenalkan dulu,” papar Yohanes.

    Diakui oleh Yohanes cukup sulit mengenalkan sumbu filosofi yang kental dengan nilai-nilai luhur. Butuh proses panjang upaya pengenalannya. Yang paling mudah untuk dimengerti adalah melalui penanda terlebih dahulu, seperti Tugu kenapa bisa ada, Kepatihan, Pasar Beringharjo, Kraton, Tamansari, Alun-alun, dan Krapyak, ditambah dengan makam raja-raja di Imogiri.

    Baca juga: Sumbu Filosofis Jogja Harus Bebas Macet

    Pihaknya sudah mengajukan sumbu filosofi tersebut ke UNESCO dan sudah ada informasi agar DIY menyelesaikan peta untuk menyelaraskan kembali gambar supaya UNESCO bisa memahami dan menentukan batas-batasnya. Rencana Februari tahun depan akan dilihat di bagian mana kekurangannya dan bagaimana seharusnya.

    “Penanda sedari awal sudah ada antara Panggung Krapyak ke Kraton mengandung tata nilai sangkaning dumadi, Tugu ke Kraton paraning dumadi. Makanya diberi pemahaman baru kosep baru paraning dumadi atau proses daur hidup manusia dari kelahiran sampai meninggalnya nanti,” ujar Yohanes sambil menyebut nilai-nilai itu sudah lama ditinggalkan masyarakat. (den)

    budaya
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Deny Hermawan

      Related Posts

      Pameran Seni “Art is All Around” Kembali Digelar Ketiga Kalinya

      May 8, 2026

      Siswi SMA 2 Palu Wakili Indonesia di Ajang Miss Teen Culture International 2026 

      May 6, 2026

      Mengenang RM Jodjana, Tokoh Tari dari Jawa yang Mendunia, Walau Kini Tak Banyak Dikenal

      April 29, 2026

      Kakansar Palu Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026

      April 21, 2026

      Berani Bersama Kartini, Perempuan Sulteng Menuju Indonesia Emas

      April 21, 2026

      Menyalakan Mimpi Masa Kecil di “Sehari Boleh Gila” 2026

      April 15, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Serukan Perdamaian Dunia

      May 20, 2026

      CGTN: Diplomasi di tingkat kepala negara menopang pertumbuhan kemitraan Tiongkok-Rusia

      May 19, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Kodim 0734 Kota Yogyakarta Gandeng LPMK dan PDAM, Wujudkan Kota Aman dan Sehat

      May 20, 2026

      Imigrasi Palu Gelar Upacara Harkitnas Ke-118

      May 20, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.