YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mendorong Pemda DIY untuk melakukan berbagai upaya dalam penanganan COVID-19. Terlebih saat ini ada ancaman gelombang ketiga, sehingga harus ada berbagai bantuan untuk mengantisipasinya.
“Kita sama-sama tahu ya, COVID-19 ini sempat sulit dilalui. Maka, Komisi A DPRD DIY juga memikirkan bagaimana mitigasinya. Aspek pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi krusial di masa seperti ini,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, Sabtu (6/11/2021).
Ia meneruskan, sejak Juli 2021, pembahasan tentang anggaran belanja tak terduga (BTT) APBD mulai dibicarakan. Kemudian, pada bulan September 2021, hasil koordinasi Komisi A DPRD DIY bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Paniradya Keistimewaan memastikan, BTT akan digelontorkan bagi 438 desa dan kalurahan.
“Ngarsa Dalem [Gubernur DIY] memberikan prioritas dari penganggaran yang ada, seperti Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Keistimewaan (Danais) untuk menanggulangi COVID-19,” terang dia.
Ia mengungkapkan, alokasi dana yang digelontorkan ke masyarakat senilai Rp26,1 miliar di mana sebagian besar (Rp22,6 miliar) untuk 391 desa. Kemudian, sisanya senilai Rp3,5 miliar ditujukan untuk 46 kalurahan di DIY dengan detail 1 kalurahan di Kulonprogo dan 45 kalurahan di Kota Yogyakarta.
Dan dalam 10 hari ke depan, bantuan dari Pemda DIY untuk kalurahan ini bisa segera terdistribusikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
“Saya kira, ini manajemen yang bagus dan bisa jadi contoh penanganan COVID-19 berbasis kedaulatan ya. Namun, prosedurnya perlu diringkas sehingga waktu penyaluran tidak terlalu lama,” jelas Eko.
Baca juga: Pemda DIY Didesak Bantu Perekonomian Warga Terdampak Corona
Baca juga: Linmas Perlu Dioptimalkan Perannya di Masa Pandemi
Sementara itu, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan, di masa pandemi ini, pihaknya tidak hanya melakukan pembinaan terhadap Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), tapi juga jaga warga di setiap kalurahan.
“Kami mendapat bagian untuk membelanjakan Rp3,5 miliar itu untuk 3 kepentingan, masyarakat yang terdampak, jaga warga untuk penanggulangan COVID-19 dan untuk para lurah dan perangkat serta relawan yang mengawasi protokol kesehatan,” jelasnya. (den)
