BERNAS.ID – International Coaching Federation (ICF) Jakarta tengah menggelar International Coaching Summit (ICS) 2021 yang berlangsung pada 28 Oktober 2021 hingga 28 November 2021.
ICS 2021 digelar secara virtual setiap akhir pekan selama periode tersebut. Bertajuk ICS 2021 Coaching Works!: Empowering The World Through Coaching, ICF Jakarta menyoroti empat streamlime terkait coaching sebagai salah satu upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter matang, sadar dengan potensi diri.
Dengan begitu, SDM di Indonesia akan terus berkembang dan mampu bersaing di era industri 4.0. Empat streamline tersebut adalah coaching sebagai profesi, kompetensi, budaya, dan keutuhan hidup.
Baca Juga: International Coaching Summit 2021: ICF Jakarta Ajak Berdayakan SDM Indonesia Hadapi Industri 4.0
Dalam siaran pers yang diterima Bernas.id, Selasa (9/11/2021), ICS 2021 menyoroti tentang penyegaran model kompetensi ICF yang baru diperbarui. Selain itu, kehadiran Josef Bataona, Former Direktur HRD Indofood, Bank Danamon, dan Unilever, dalam rangkaian acara pada akhir pekan lalu membagikan pengalamannya terkait budaya coaching.
Menurut Josef, menciptakan budaya coaching sangat penting dilakukan di dunia bisnis, di mana pemimpin atau leader dilatih untuk menjadi coach internal. Strategi ini merupakan bagian dari pengembangan tim.
Sebagai salah satu metode untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan, serta meningkatkan kinerja, coaching harus menyesuaikan dengan transformasi digital yang berjalan begitu cepat.
ICF Associate Certified Coach Ari Yuda Laksmana mengatakan digital dapat menemukan kembali cara kita melakukan coaching tidak hanya sebagai bisnis tetapi sebagai layanan yang berpusat pada coach untuk UMKM.
Dalam sesi tersebut, hadir pula tamu spesial CEO and HR Manager of Catalyze, Marc-Antoine Dunais and Felicia Tanzil. Keduanya membahas tentang pertimbangan-pertimbangan yang lebih luas, menggabungkan aspek kemanfaatan dan keindahan, dan mengintegrasikan pola pikir yang kompleks, untuk dianut dan dirayakan dalam praktik coaching.
Baca Juga: Mengenal Metode Coaching serta Manfaatnya bagi Perusahaan dan Individu
Pada sesi berikutnya ICS 2021 kehadiran Sonali Sharma, Vice President, Product and People Science at EngageRocket. Ia berbicara tentang pentingnya percakapan berkelanjutan di tingkat manajer untuk kinerja tim serta peran organisasi yang sehat dan pelacakan tindakan di tingkat Chief Human Resources Officer (CHRO) untuk membantu membangun budaya coaching.
Sebagai informasi, acara pada tahun merupakan penyelenggaraan ICS ke-10. ICS 2021 kali ini menampilkan penerapan proses coaching dari masing-masing stakeholders di setiap tingkat aplikasi: Pribadi, Organisasi, Asosiasi, Komunitas, dan Negara.
ICS 2021 akan menjadi International Summit kedua yang ICF Jakarta selenggarakan secara virtual dan akan mengumpulkan lebih dari 1.000 peserta dari berbagai profesi termasuk coach, peneliti, tenaga pengajar, pejabat pemerintah, pengusaha, praktisi bisnis, UMKM, maupun startup dan individu.
Coaching untuk Semua
Pada 2045, Indonesia digadang-gadang akan mencapai masa keemasan, tepat ketika usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. Untuk menyambut asa tersebut dibutuhkan kesiapan untuk menyediakan SDM yang unggul dan bisa bersaing dengan pasar global.
Sebelumnya, Ketua ICS 2021 Bambang Yapri mengatakan ada banyak manfaat dari pendekatan coaching bagi pengembangan diri, penerapannya dari tingkat korporasi, institusi hingga ke tingkat individu, terlihat perkembangan pesat coaching selama beberapa tahun terakhir.
“Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang maju dan mandiri untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengharuskan kita berfokus pada konsep pembangunan yang bertumpu pada manusianya,” ujarnya.
Baca Juga: 6 Kata Motivasi Bermakna untuk Kehidupan yang Lebih Baik
“Dalam konteks pembangunan nasional, pembangunan manusia yang seutuhnya dilihat dari dua hal: kemampuan profesional dan kematangan kepribadian untuk saling memperkuat satu sama lain. Kematangan kepribadian ini bisa didapatkan melalui proses coaching yang tepat,” jelasnya.
Sebagai informasi, ICS merupakan program tahunan yang digelar oleh ICF Jakarta, dan mulai diadakan sejak 2012. ICF Jakarta berdiri sejak 2012 dan saat ini memiliki lebih dari 100 anggota lulusan Coaching School berbasis ICF termasuk 7 Coaching School di Indonesia yang telah meluluskan lebih dari 500 coach setiap tahunnya.
