Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Wakil Bupati Bantul Buka Fun Game Anniversary #2 SSB Panggungharjo

    May 15, 2026

    Pencuri Kabel Perusahaan di Palu Ditangkap Polisi

    May 15, 2026

    Biak Dorong Industri Pengalengan Ikan, Tak Mau Lagi Jadi Penonton di WPP 717

    May 14, 2026

    Rano Karno Jajaki Kerja Sama JIS – San Siro, Fokus Pengelolaan dan Event Stadion

    May 14, 2026

    Lengkapi Syarat Utama Gelar Pahlawan Nasional Sultan HB II, Bupati Wonosobo Minta Ada Tanda Tangan Sultan HB X hingga Prabowo Subianto

    May 14, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Beragam»Inspirasi»Kisah Muhammad Adithia Amidjaya, Bantu Dorong Potensi Manusia Lewat Coaching
    Inspirasi

    Kisah Muhammad Adithia Amidjaya, Bantu Dorong Potensi Manusia Lewat Coaching

    AnggrainiBy AnggrainiNovember 15, 2021No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Profesi sebagai seorang coach mungkin masih asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun, bagi para pengusaha peran seorang coach sangatlah penting. Muhammad Adithia Amidjaya adalah salah satu dari sedikit orang yang mengambil jalan hidup sebagai seorang coach. Sebenarnya, seperti apa, sih, profesi coach dan bagaimana perjalanan pria yang akrab disapa Adithia tersebut menjalani profesi sebagai seorang coach? Berikut kisahnya:

    Awal mula menjadi coach

    Bukan hal yang disengaja bagi Adithia untuk menjalani karir sebagai coach bisnis. Awalnya, Adithia menjalani karir di bidang quality management system (sistem manajemen mutu) di sebuah perusahaan. Namun di tahun 2005 akhirnya Adithia diangkat menjadi seorang training and development manager. Dari profesi inilah, Adithia pun seolah menemukan dunia yang berbeda.

    “Saat masih di bagian quality, saya banyak berkecimpung dengan sistem manajemen mutu produk. Namun, saat menjadi seorang training manager, saya mulai banyak berinteraksi dengan manusia,” ucap dia.

    Kepada Bernas.id, Adhitya mengaku tidak pernah mempelajari ilmu psikologi. Ia justru memiliki latar belakang pendidikan di jurusan kimia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. 

    “Pendalaman saya waktu skripsi itu biokimia. Waktu itu saya bekerja di perusahaan benang jahit yang memang background kuliah saya di bidang kimia masih digunakan. Namun, kemudian saya diangkat menjadi seorang training manager, disitulah saya menemukan dunia baru yang menyenangkan,” ucap Adithia.

    Saat mendalami dunia pelatihan, Adithia bercerita bahwa ia banyak memasuki komunitas trainer dan HRD yang banyak membicarakan tentang pengembangan kualitas sumber daya manusia. Bahkan, Adithia juga mempelajari ilmu baru, yaitu Neuro Linguistic Programming atau yang dikenal dengan nama NLP.

    “Tahun 2006, saya dapat tawaran untuk bekerja di perusahaan tambang yang ada di daerah Sulawesi. Waktu itu saya juga masuk ke bagian training center dan akhirnya memutuskan untuk belajar NLP di Singapura,” tambahnya.

    Adithia memutuskan belajar NLP di Singapura ketika ia mendapatkan jatah libur dari perusahaan tempatnya bekerja. Keputusan tersebut ia ambil demi menambah pengalaman dan pengetahuannya dalam dunia peningkatan sumber daya manusia.

    “Kebetulan di perusahaan tambang liburnya bisa dirapel. Jadi, waktu libur saya memutuskan tidak pulang dan lebih memilih belajar NLP di Singapura,” ucapnya.

    Baca juga : Kisah Issa Kumalasari Membantu Sesama Lewat NLP

    Memulai dunia Coaching

    Ketika mempelajari NLP, Adithia pun mulai mengenal dunia coaching. Menurutnya, dunia coaching dan NLP bisa saling melengkapi karena sama-sama terkait dengan pengembangan sumber daya manusia.

    Setelah tiga tahun bekerja di perusahaan tambang, Adithia pun mendapat tawaran bekerja di pusat konsultasi yang berlokasi di Jakarta. Di perusahaan tersebut, Adithia juga mendapat posisi sebagai konsultan di bidang quality management. Dan ia merasa ilmu NLP dan coaching yang dipelajarinya berguna namun belum maksimal. 

    Selang 3 tahun bekerja di perusahaan tersebut. Adithia kembali mendapat tawaran untuk bergabung dengan perusahaan yang menggeluti dunia coaching (coaching firm). Selama bergabung di perusahaan itulah, Adithia merasa ilmu coaching dan NLP yang ia miliki bisa dimaksimalkan.

    “Saat bergabung dengan coaching firm inilah, saya dikirim untuk pelatihan coaching selama seminggu di Australia,” ucap Adithia.

    Adithia juga bercerita bahwa untuk menjadi coach ia perlu mengambil sertifikasi dari organisasi coaching terbesar dunia yang bernama ICF (International Coaching Federation).

    “Khusus untuk menjadi bisnis coach, saya dapat sertifikasi internal dari perusahaan yang ada di Australia,” tambah Adithia.

    Untuk mendapatkan sertifikat dari ICF, Adithia harus menyelesaikan pelatihan selama minimal 60 jam. Sertifikasi ICF sendiri terdiri dari tiga level, yaitu level ACC (Associate Certified Coach), level PCC (Professional Certified Coach ), dan level MCC (Master Certified Coach ).

    “ACC itu ibarat lulus S1, kalau PCC ibarat lulus S2, dan MCC ibarat lulus S3. Semakin naik levelnya, semakin berat persyaratannya,” ucap Adithia.

    Adithia sendiri telah belajar coaching dengan total waktu 125 jam dan mendapatkan sertifikat kredensial PCC di tahun 2017.

    Sebagai informasi, dalam dunia coaching memang terdapat sertifikasi khusus yang dikeluarkan oleh International Coaching Federation (ICF). Sertifikasi tersebut dikenal dengan istilah kredensial yang terdiri dari tiga level, yaitu  ACC (Associate Certified Coach), level PCC (Professional Certified Coach ), dan level MCC (Master Certified Coach ).

    Setiap level pun memerlukan syarat yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan kredensial ACC, seorang coach diantaranya perlu memahami 8 kompetensi dasar dalam dunia coaching dan memiliki 60 jam terbang pelatihan dengan jam terbang coaching minimal 100 jam. Sementara itu, untuk mendapatkan kredensial PCC, seorang coach harus memiliki jam terbang praktik 5 kali lipat lebih besar dari seorang coach yang memegang kredensial ACC serta 125 jam pelatihan. Untuk mendapatkan kredensial MCC, seorang coach harus memiliki jam  pelatihan sekitar 200 jam serta 2500 jam praktik coaching. Selain semua persyaratan ini, mereka harus menjalani mentor coaching minimal 10 jam dan mengirim rekaman coaching ke asesor ICF untuk dievaluasi.

    “Para coach yang ada di Indonesia itu berada di bawah naungan ICF Jakarta itu organisasi ICF yang ada di Indonesia. Sekarang mungkin ada sekitar 165 orang (per bulan Oktober 2021) yang tergabung dalam ICF Jakarta. Dari 165 orang itu, ada sekitar 60% yang sudah mendapatkan kredensial dari ICF,” ucapnya.

    Menurut Adithia, hanya sekitar 100 orang coach di Indonesia yang memiliki kredensial ACC dari ICF. Sementara itu, coach yang memiliki kredensial PCC sudah mencapai puluhan. Sedangkan coach yang memiliki kredensial MCC masih berjumlah lima orang.

    Manfaat Coaching

    Hingga sesi wawancara dengan Bernas.ID, Adithia bercerita bahwa jumlah klien yang telah mendapat coaching darinya sudah berjumlah 431 orang dengan total jam coaching sebesar 2673 jam sejak tahun 2010. Selama memberikan coaching, Adithia mencoba untuk membantu kliennya untuk menggali kemampuan diri.

    “Sebuah perusahaan biasanya memiliki assessment center. Dari laporan assessment center itu, kita bisa gali kembali apa saja yang perlu ditingkatkan. Jika itu tentang kemampuan leadership, yah, kita fasilitasi untuk menggali kemampuan leadership tersebut,” tambahnya.

    Dalam sebuah sesi coaching, Adithia bercerita terdapat sebuah percakapan rahasia antara klien dan dirinya. Percakapan tersebut berbentuk dialog atau tanya jawab agar klien bisa mendapatkan awareness baru dan mendapatkan action plan yang bisa dibahas dalam pertemuan selanjutnya.

    “Sesi coaching bersama saya biasanya 90 menit per pertemuan setiap dua minggu sekali selama tiga sampai enam bulan,” ucap dia.

    Menurut Adithia, sesi coaching tersebut bertujuan untuk membantu klien memaksimalkan potensi pribadi dan profesional. Adithia juga mengatakan, sebenarnya ada banyak cara untuk memaksimalkan potensi pribadi, salah satunya dengan sesi coaching.

    “Untuk memaksimalkan potensi pribadi, kita tetapkan dulu apa yang mau kita gali lebih dulu. Misalnya, mau meningkatkan karir atau kemampuan mengendalikan emosi, nah, dari selama sesi coaching itu kita akan fasilitasi untuk mencapai goal tersebut,” tambahnya.

    Baca juga: Pakar Neuro Semantics NLP dari METAMIND Bongkar Cara Temukan Kebahagiaan dalam Hidup

    Keinginan mendorong potensi manusia
    Adithia memilih jalan sebagai coach dengan tujuan untuk membantu meningkatkan potensi manusia. Menurutnya apapun bentuk kesuksesan yang ingin dicapai pasti ada dalam diri semua orang. 

    “Saya juga percaya bahwa orang dan organisasi memiliki potensi yang tidak terbatas sebagai sumber daya mereka untuk terus tumbuh dan berkembang,” ucap dia. 

    Adithia juga menambahkan bahwa potensi tersebut bisa didapatkan jika saja setiap manusia tahu bagaimana mendapatkan akses ke sumber daya tersebut sehingga dapat mencapai ide sukses mereka.

    “Untuk mencapai tujuan tersebut, saya fokus membantu klien saya menemukan solusi daripada masalah, membangun kekuatan daripada kelemahan, dan menemukan cara positif ke depan daripada fokus pada hambatan,” tambah dia.

    Menurut Adithia, kunci sukses seseorang sebenarnya ada dalam diri manusia itu sendiri. Tugas seorang coach hanya membantu klien untuk memprovokasi proses berpikir dan berperasaan klien agar bisa menemukan solusinya sendiri.

    “Sukses itu adalah ketika seseorang berhasil mencapai tujuannya. Sayangnya, kesuksesan itu sering terhambat oleh pikiran manusia itu sendiri,” tambahnya.

    life coaching professional life coach
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Anggraini

      Related Posts

      HUT Ke-62 Sulteng Dorong Ekonomi dan Kolaborasi

      April 24, 2026

      Semangat Kartini, Sulteng Perkuat Program 9 Berani

      April 20, 2026

      Semangat Kartini Modern Pesan Inspiratif Kapolsek Palu Selatan

      April 20, 2026

      Kartini Masa Kini, Perempuan Sulteng Berani Berkarya

      April 20, 2026

      Bagaimana Siswa Meningkatkan Kualitas Tugas Mereka dengan Melakukan Parafrase?

      December 16, 2025

      Sampah di Jogja, Cermin Retak Sistem yang Belum Beres

      November 20, 2025
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Green Building Initiative Mengumumkan Pengunduran Diri CEO Vicki Worden

      May 13, 2026

      Persona AI Bekerja Sama dengan Under Armour untuk Mengkaji Berbagai Material Berkinerja Tinggi untuk Robotika Humanoid

      May 13, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Pencuri Kabel Perusahaan di Palu Ditangkap Polisi

      May 15, 2026

      Biak Dorong Industri Pengalengan Ikan, Tak Mau Lagi Jadi Penonton di WPP 717

      May 14, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.