MANGGARAI, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia memilih M Cahiyadi Udesho Wandhara sebagai salah satu mahasiswa untuk diterjunkan langsung ke daerah di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Program ini bernama Pejuang Muda Kampus Merdeka yang digagas Kemensos RI bekerjasama dengan Kemendikbud RI dan Kemenag RI.
Pejuang Muda Kampus ini menjadi bagian dari Program Kampus Merdeka dari Kemendikbud-Ristek Dikti yang setara dengan 20 SKS atau 1 semester perkuliahan. Bobot akademis dan waktu yang panjang tersebut perlu dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan ekspresi mahasiswa untuk membuat perubahan sosial. Mahasiswa yang terpilih sebagai Pejuang Muda Kampus Kemensos RI ini akan melakukan programnya dalam waktu 3 bulan.
Baca Juga Mendikbudristek Antarkan Mahasiswa Kampus Merdeka Magang di DPR RI
Cahiyadi mengatakan, ada 8 mahasiswa yang ditempatkan di Kabupaten Manggarai Timur. Mereka merupakan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. “Kami telah melakukan koordinasi ke Kepala Dinas Sosial Manggarai Timur dan koordinasi ke Kantor Camat Borong, Manggarai Timur,” tuturnya, Rabu (8/12/2021).
“Tanggal 2 November 2021 ke Kepala Dinsos Manggarai Timur dan tanggal 3 November 2021 ke Kantor Camat Borong, Manggarai Timur,” imbuhnya.
Ia mengatakan Pejuang Muda Kampus Merdeka, sebuah laboratorium sosial bagi para mahasiswa mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya untuk memberi dampak sosial secara konkret. “Mahasiswa akan ditantang untuk belajar dari warga sekaligus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, pemuka masyarakat, tokoh agama setempat serta seluruh stakeholder penggerak sosial di daerah,”ujarnya.
“Mahasiswa akan turun langsung ke daerah yang membutuhkan bantuan. Mahasiswa akan berkolaborasi (magang) di Kementerian Sosial untuk mendukung program-programnya,” imbuhnya.
Baca Juga Penugasan Duta Kampus Merdeka Dimulai, Saatnya Akselerasi Kampus Merdeka dari Dosen untuk Dosen
Bersama Kementerian Sosial, lanjut Cahiyadi, mahasiswa akan merancang dan mengeksekusi program sosial yang relevan untuk daerah tersebut. Selain itu, mahasiswa juga akan merancang digital campaign untuk mendukung program sosial yang dijalankan. “Mahasiswa akan berperan sebagai agen perubahan sosial melalui kegiatan pemetaan masalah, identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, pengerahan peran elemen masyarakat, serta implementasi dan pelaporan serta pengukuran dampak,” bebernya.
Kategori-kategori program Pejuang Muda Kampus, antara lain: 1. Pengembangan Program Bantuan Sosial, 2. Pemberdayaan Fakir Miskin dan Lansia, 3. Pola Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan, dan 4. Fasilitas untuk Kepentingan Umum untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Menurut saya, program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa karena para mahasiswa turun langsung kelapangan dan mengetahui kendala – kendala yang ada pada masyarakat. Sehingga mereka juga mampu untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut,” tukasnya. (*/jat)
