JAKARTA, BERNAS.ID – CrediBook, startup yang berangkat dari pembukuan digital, sepanjang 2021 telah membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya melalui Ekosistem Digital bagi rantai pasok UMKM.
Segmen grosir hingga peritel merasakan dampak nyata digitalisasi usaha lewat layanan CrediBook yang terdiri dari pencatatan keuangan digital dan grosir digital CrediMart.
CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans menyatakan, digitalisasi UMKM harus terus digenjot terutama ke wilayah pelosok. “CrediBook turut berpartisipasi dalam digitalisasi UMKM di daerah. Karena manfaat digitalisasi harus dirasakan oleh UMKM secara menyeluruh. Di aplikasi pencatatan keuangan digital CrediBook, sebanyak 45 persen pengguna berada di kota tier 2 dan 3. Begitu juga dengan layanan grosir digital CrediMart. 50 persen wilayah operasional CrediMart ada di wilayah Kabupaten. Ini membuktikan bahwa UMKM daerah juga mau terbuka dengan digitalisasi, tidak kalah dengan UMKM di kota-kota besar,” jelas Gabriel, dalam keterangannya yang diterima Bernas.id, Jumat (24/12/2021).
Baca Juga : EWINDO Dukung Sistem Pertanian Berbasis Data dengan Teknologi Microsoft
Ekosistem digital CrediBook terbukti membawa manfaat positif pada pertumbuhan usaha UMKM.
Zaenal yang merupakan pengguna CrediBook yang berdagang pulsa di Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku terbantu dalam mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena memiliki catatan keuangan yang rapi di CrediBook.
“Di aplikasi CrediBook, saya bisa buat laporan keuangan dalam waktu kurang dari 5 menit. Saya lampirkan laporan keuangan usaha 3 bulan terakhir dari CrediBook saat mengajukan KUR dan pihak Bank sampai kaget usaha kecil seperti saya punya laporan keuangan yang rapi. Nggak sampai lima hari, pengajuan saya cair,” ujar Zaenal.
Baca Juga : Sampoerna Fasilitasi 300 Pelaku UMKM Binaan Terima Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Kementerian Investasi
Sementara itu, Lamhot Sihaloho, pemilik toko grosir di Kabupaten Bandung juga merasakan dampak positif digitalisasi lewat layanan CrediMart. “Sejak jadi mitra grosir CrediMart bulan Juni lalu, omzet harian saya naik sampai 50 persen. CrediMart membantu jualkan barang toko saya lewat online dan saya mendapatkan dashboard digital untuk pantau pesanan pelanggan. Digitalisasi membantu omzet saya tumbuh dan memudahkan pengelolaan toko saya,” ungkap Lamhot.
Keberhasilan CrediBook dalam mendukung perkembangan bisnis UMKM di daerah tidak terlepas dari upaya edukasi dan pendampingan. “Kami secara konsisten melakukan pelatihan serta pendampingan UMKM di berbagai kabupaten dan kota. Di 2021, CrediBook melakukan 80 upaya edukasi baik secara offline dan online seperti edukasi melalui pelatihan, media sosial, dan lainnya guna meningkatkan literasi digital dan keuangan secara bersamaan. Ke depannya, kami optimis ekosistem digital CrediBook bisa membantu semakin banyak UMKM untuk berkembang,” kata Gabriel. (cdr)
